Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Klaim Sudah Verifikasi, Bawaslu Sebut Tak Ada Penggelembungan Suara PSI

RN/CR | Selasa, 05 Maret 2024
Klaim Sudah Verifikasi, Bawaslu Sebut Tak Ada Penggelembungan Suara PSI
-Net
-

RN - Bawaslu mengklaim telah melakukan verifikasi langsung ke lapangan terkait adanya tudingan penggelembungan suara PSI (Partai Solidaritas Indonesia).

Hasil verifikasi di beberapa wilayah, seperti Kota Cilegon, Banten dan Sukoharjo, Jawa Tengah. Tidak ditemukan adanya penggelembungan suara PSI (Partai Solidaritas Indonesia) di Pemilu 2024.

Begitu dikatakan Ketua Bawaslu Rahmat Bagja kepada awak media di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (4/3) malam.

BERITA TERKAIT :
Perusahaan Cucu BUMN (IGM) Masalah, Ada Dugaan Korupsi 470 Miliar
Lagi Kena COVID-19 Diminta Duit 450 Juta Oleh SYL, Eks Ajduan (Panji) Yang Kumpulkan Dana

"Ada beberapa yang kami verifikasi tidak terbukti. Kami verifikasi ke lapangan, misalnya ada di Cilegon, terselesaikan, ada di sosial mediakan. 

Ada juga di Jawa Tengah yang sudah selesai secara berjenjang, sudah diselesaikan," katanya.

Bagja menduga potensi kesalahan dapat terjadi dari pembacaan Sirekap terhadap formulir C-Hasil yang diunggah. Namun demikian, dia menyebut penghitungan suara yang dibacakan nantinya merupakan penghitungan yang dilakukan secara berjenjang.

Dia mengungkapkan sejauh ini, hasil dari formulir C Plano atau formulir hasil penghitungan suara di sejumlah TPS di beberapa daerah menunjukkan hasil sama dengan formulir hasil di tingkat kecamatan atau D Plano.

"Untuk di Sukoharjo, kecamatan Gatak, terus kelurahan Geneng, TPS berapa nih? Jadi hasil laporan teman-teman demikian. Itu untuk Gatak. Untuk Cilegon juga demikian. Jadi tidak benar," katanya.

Sementara itu, anggota Bawaslu Lolly Suhenty mengakui pihaknya telah menerima banyak laporan mengenai dugaan adanya penggelembungan suara PSI. Lolly lmengaku Bawaslu masih mempelajari laporan tersebut.

"Saat ini kami masih nunggu dari bawah, tapi informasi yang masuk ke kami (terkait penggelembungan suara PSI) banyak," kata Lolly.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga kembali bersuara terkait lonjakan janggal perolehan suara PSI di real count Sirekap. Komisioner KPU Idham Holik memastikan tidak ada penggelembungan suara dalam lonjakan tersebut.

Namun, Idham mengakui jika ada potensi kesalahan data yang ditampilkan sirekap. Dia menjelaskan sirekap menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR), sehingga ada potensi Sirekap salah membaca foto formulir C-hasil.

"Tidak ada terjadi penggelembungan suara, yang ada adalah ketidakakuratan teknologi OCR dalam membaca foto formulir mode C.HASIL plano," kata Idham, Senin (4/3).

Perolehan suara PSI masih menjadi sorotan. Pada Jumat (1/3) pukul 06.00 WIB, saat suara yang tercatat Sirekap 65,34 persen, perolehan suara PSI masih di angka 2.291.882 suara.

Namun, berdasarkan data real count KPU yang dimutakhirkan per Senin, pukul 11.00 WIB, PSI mendapat suara sebanyak 2.404.270 atau 3,13 persen total suara.

#Bawaslu   #PSI   #Suara