Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Banyak ABG DKI Ogah Divaksin, Mau Ente Dikubur Di TPU? 

NS/RN | Jumat, 16 Juli 2021 - 00:00 WIB
Banyak ABG DKI Ogah Divaksin, Mau Ente Dikubur Di TPU? 
Mobil vaksin di DKI Jakarta.
-

RN - Pemprov DKI Jakarta lagi gencar melaksanakan vaksin. Target 7,5 juta orang harus segera disuntik vaksin wajib selesai pada Agustus 2021. 

Vaksin memang tidak menjamin Anda kebal Corona. Tapi, dengan vaksin tubuh Anda akan dilindungi dan jika positif hanya sekedar gejala ringan.

Dari pantauan radar nonstop, banyak ABG yang enggan disuntik vaksin.

BERITA TERKAIT :
Anies Serius Bangkitkan Ekonomi Jakarta, Ini Fakta Yang Diungkap Rekan Indonesia
2,5 Juta Warga DKI Ogah Divaksin, Ente Sok Kebal Corona Apa Takut Jarum Suntik

“Vaksin-vaksin itu sangat efektif dalam melakukan apa yang kita inginkan, yaitu melindungi orang dari penyakit serius dan kematian,” terang Bill Powderly, pakar kesehatan dan direktur Institut Kesehatan Masyarakat di Washington University, St. Louis, Missouri.

Sejumlah infeksi di Israel baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran bahwa beberapa vaksin lebih lemah terhadap varian delta. Tetapi, Bill Powderly mengatakan vaksin itu mencegah kasus terburuk, seperti yang ditunjukkan oleh lonjakan di negara bagian Missouri.

“Mereka menyaksikan terjadinya infeksi seperti yang dilihat orang Israel, pada orang-orang yang telah divaksinasi. Tetapi, tidak ada di antara mereka yang terinfeksi itu masuk rumah sakit. Semua rawat inap, dan sayangnya, semua kematian, terjadi pada orang yang belum divaksinasi,” imbuhnya.

Beberapa vaksin lebih baik daripada yang lain dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. 

"Semua vaksin menghasilkan antibodi yang cukup untuk melawan strain asli, tetapi tingkat antibodi berperan lebih penting terhadap varian-varian baru," kata Peter Openshaw, guru besar kedokteran di Imperial College London dalam wawancara.

"Mungkin dengan vaksin yang sedikit kurang kuat yang tidak menginduksi respon imun yang cukup kuat, agen delta mulai menerobos, tapi masih memberi perlindungan terhadap penyakit yang lebih parah,” terangnya.

Deborah Fuller, pakar vaksin di University of Washington, Seattle, Washington, dalam wawancara dengan VOA mengatakan aksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Sputnik V semuanya lebih baik daripada Sinopharm dan Sinovac dalam mengaktifkan garis pertahanan kedua tubuh, yang disebut sel T.

“Vaksin yang mampu menginduksi respons imun cadangan, seperti respons sel T, akan memberi perlindungan yang lebih baik terhadap beragam varian virus, daripada vaksin dari virus tidak aktif yang hanya menginduksi antibodi,” kata Fuller.

Diketahui, saat ini ada 16 mobil vaksin yang keliling di Jakarta. Dan Gubernur Anies Baswedan mengajak warga aktif mendatangi sentra vaksinasi Covid-19 untuk mengejar target 8,8 juta warga DKI dewasa tervaksinasi hingga akhir Agustus mendatang.

“Kita ingin memastikan proses berjalan lancar. Kami ingin ajak seluruh masyarakat untuk mengambil peran aktif dan daftar lewat JAKI, kemudian bisa pilih tempat dan waktunya,” kata Anies.

Menurut dia, vaksinasi di Ibu Kota masih harus digenjot lagi. Pemerintah Provinsi pun melakukan berbagai upaya jemput bola, salah satunya dengan program mobil vaksin keliling.

Menurut Anies, sejauh ini program vaksinasi Covid-19 di Jakarta masih sesuai rencana. 

“Bahkan kita jemput bola dengan mobil vaksin keliling dan mereka akan mengerjakan di tempat-tempat yang secara infrastruktur memungkinkan untuk mobil dan sasarannya kepada masyarakat yang mungkin tidak bisa menjangkau ke tempat-tempat vaksin massal seperti di tempat ini, supaya dekat,” tutur dia.