Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Corona Makin Masif, Pilkada Jalan Terus  

NS/RN/NET | Rabu, 16 September 2020 - 07:03 WIB
Corona Makin Masif, Pilkada Jalan Terus  
Gedung KPU Pusat.
-

RADAR NONSTOP - Desakan agar Pilkada 9 Desember 2020 ditunda nampaknya tak digubris. KPU menyebut akan tetap melaksanakan tahapan Pilkada.

Diketahui, ada 60 calon kepala daerah dinyatakan positif Corona. Total bakal pasangan calon yang mengikuti Pilkada tahun 2020 sebanyak 738 bakal pasangan. Mereka terdiri dari 25 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dan 612 pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Kemudian jumlah bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota sebanyak 101. Sementara Komisioner KPU I Dewa Raka Sandi menyatakan, dalam jadwal pelaksanaan pilkada ini KPU berpedoman pada PKPU dan Perppu yang telah di keluarkan. Sehingga menurut Raka sebelum adanya putusan lain KPU tetap melaksanakan Pilkada.

BACA JUGA :
Alhamdulillah, Mpok Sylvi Sudah Membaik
Nih Kelurahan Di Jakarta Yang Warganya Banyak Sembuh 

"KPU tetap berpedoman pada PKPU nomor 5 tahun 2020 dan ini tindak lanjut Perppu 2 tahun 2020, yang diundangkan jadi Undang-undang nomor 6 tahun 2020. Sepanjang belum ada keputusan lain, tentu kami wajib melaksanakannya," katanya pada acara 'Evaluasi Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 dalam Pemilihan Serentak 2020', Selasa (15/9/2020).

Raka menyebut, saat ini pilkada telah sampai pada tahapan penting yaitu verifikasi sarat calon. Sehingga hal ini membuat KPU terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

"Tahapan ini juga sampai tahapan yang sangat penting, sampai tahapan pendaftaran bakal calon dan proses verifikasi syarat calon dalam waktu dekat ditetapkan paslon. Justru itu menjadi motivasi bagi kami mengambil inisiatif-inisiatif dan terus melakukan langkah-langkah koordinasi," ujar Raka.

Raka menuturkan, pihaknya mendapatkan masukan yang diberikan terkait kondisi dan tantangan pilkada saat pandemi. Menurutnya, KPU menerima masukan tersebut untuk memperbaiki pelaksanaan pilkada baik segi kualitas maupun partisipasi masyarakat.

"Kemudian terhadap berbagai situasi dan kondisi tantangan-tantangan yang ada di lapangan, dan juga masukan-masukan dari berbagai pihak, kami memandang itu sebagai concern, sebagai kepedulian sebetulnya," kata Raka.

"Karena kita semua menginginkan pilkada ini tidak menurun kualitasnya, kemudian aspek partisipasi masyarakat terjaga, dan terlahir pemimpin-pemimpin yang tampil di daerah masing-masing, secara demokratis dipilih oleh rakyat, yang mampu bukan saja mengatasi masalah-masalah yang terkait pandemi, tapi juga di luar itu, masalah sosial, masalah ekonomi, psikologi masyarakat dan sebagainya," sambungnya.