Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Sudah Dilapor Ke Sejumlah OPD Tak Digubris, Setiap Hujan Deras Depan RSUD Cibitung Banjir

SAR/BUD | Minggu, 01 Maret 2020 - 19:07 WIB
Sudah Dilapor Ke Sejumlah OPD Tak Digubris, Setiap Hujan Deras Depan RSUD Cibitung Banjir
Kondisi gedung RSUD Cibitung milik Pemkab Bekasi saat hujan deras
-

RADAR NONSTOP - Kondisi depan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibitung sangat memprihatinkan. Pasalnya, jika diguyur hujan deras maka depan gedung RSUD Tipe B itu langsung dipenuhi sampah sayur mayur yang membusuk yang diduga terbawa arus dari Pasar Induk Cibitung. 

Hal itu terjadi pada Sabtu (29/2/2020) malam. Salah seorang warga, Mamad mengatakan, saat hujan deras, ketinggian air di depan RSUD Cibitung mencapai 50 sentimeter. 

"Iya hujan deras beberapa jam langsung banjir, jadi banyak sampah dari Pasar Cibitung yang masuk RSUD," ujarnya,  Minggu (1/3/2020). 

BACA JUGA :
Waw!!! Lahan Sampah Ini Bakal Disulap Jadi Taman Setia Asih Dan Wisata Kuliner
Pasukan Orange Tarumajaya Gasak Sampah Di Jalan Tanggul Irigasi

Ditambahkan, kondisi banjir itu sudah membuat masyarakat tidak bisa keluar dari RSUD Cibitung. Karena, jalan keluar utama tergenang air yang bisa mengakibatkan mesin kendaraan mati. 

"Tidak bisa keluar, takut mesinnya mogok terendam air," keluhnya. 

Seharusnya, kata Mamad, semua draenase yang sekitar di RSUD dilakukan nornalisasi lantaran saluran air terjadi mampet.

"Harus dinormalisasi saluran airnya, kalau tidak ya akan terus banjir saat hujan datang," paparnya. 

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Cibitung, dr. Sumarti mengatakan, pihaknya sudah sering melaporkan kepada dinas terkait, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perdagangan serta beberapa OPD yang terkait lainnya. 

Namun, kata dia, sampai saat ini belum juga ada tanggapan. Padahal sambungnya, keadaan banjir di depan RSUD yang dipimpinnya itu sudah sangat menyulitkan akifitas pelayanan  kesehatan. 

"Kami sudah berkali-kali melaporkan, namun belum juga ada tindakan," singkatnya.