RN - Aksi galak para juru parkir atau jukir di Monas, Jakarta Pusat tak berkutik. Mereka diamankan polisi saat sedang beraksi.
Sabtu (5/4), para jukir ditertibkan oleh aparat gabungan TNI-Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP DKI Jakarta. Puluhan kendaraan yang parkir sembarangan langsung diderek, sementara sejumlah juru parkir (Jukir) liar diamankan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir parkir liar yang menyebabkan kemacetan.
BERITA TERKAIT :"Gunakan parkir yang sudah disediakan di IRTI Monas! Jika ada praktik pemerasan oleh preman atau juru parkir liar, segera laporkan ke Call Center 110 atau Polsek terdekat. Jangan parkir di bahu jalan, kendaraan yang melanggar akan langsung diderek!" tegas Susatyo di Jakarta, Sabtu.
Sementara itu, Kapolsek Metro Gambir, Kompol Rezeki R. Respati, menambahkan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa menikmati kawasan Monas tanpa terganggu parkir liar dan aksi premanisme. Penertiban ini akan terus dilakukan secara rutin!" ujar Respati.
Penertiban ini melibatkan 100 personel gabungan, termasuk Dishub, Polisi Militer, dan Garnisun. Dalam operasi ini, petugas menindak dengan cara persuasif selama 15 menit sebelum akhirnya menderek kendaraan yang masih melanggar. Juru parkir liar yang kedapatan beroperasi langsung diamankan oleh Satpol PP.
Aparat memastikan operasi ini berlangsung humanis dan tanpa kekerasan, tetapi tetap tegas dalam menegakkan aturan. Warga pun diimbau untuk mematuhi rambu parkir agar kawasan Monas tetap tertib dan nyaman bagi semua.
Sebelumnya, momen libur lebaran juga kerap dimanfaatkan oknum Jukir liar untuk meraup pundi-pundi rupiah di lokasi wisata Jakarta termasuk kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Ironinya ketika masyarakat telah merogoh kocek Rp30-50 ribu untuk satu mobil ke Jukir liar, terjaring operasi derek maupun cabut pentil oleh jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno secara tegas tidak akan mentoleransi praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum Jukir.
"Ya nanti kita, ya artinya gitu. Kita enggak memberikan toleransi. Tapi minta maaf mungkin saya memberikan sedikit pemahaman. Enggak setiap hari mereka lakukan begitu. Kemarin kita lihat Tanah Abang. Tanah Abang hampir 2 tahun kosong. Ramai. Ya mungkin ada Jukir liar ya. Itu emosi kita benahi," ujar Rano saat ditemui di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat 4 April 2025.
"Tapi artinya kita tidak toleransi semua kegiatan itu. Cuma ya kita coba memahami lah situasi yang ada," tambahnya.