Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Dishub Ngeles Soal Sunat Duit Angkot Puncak, Dedi Mulyadi Jebloskan Pelaku Ke Bui 

RN/NS | Sabtu, 05 April 2025
Dishub Ngeles Soal Sunat Duit Angkot Puncak, Dedi Mulyadi Jebloskan Pelaku Ke Bui 
Angkot di Puncak Bogor tetap narik.
-

RN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor dan Jawa Barat sebaiknya tidak main kayu. Sebab, sopir angkot yang harusnya mendapatkan kompensasi Rp 1,5 juta malah kena potong.

Tragisnya lagi, ada juga sopir angkot yang tidak dapat dana tersebut. Alhasil, para sopir tetap narik saat Lebaran dan mengakibatkan kemacetan di kawasan Puncak.

Sopir angkot seharusnya menerima kompensasi total Rp 1,5 juta. Kompensasi tersebut berupa uang tunai Rp 1 juta dan sembako Rp 500 ribu.

BERITA TERKAIT :
Ban Mobil Wisatawan Monas Dikempesi, Padahal Sudah Bayar Rp 20 Ribu 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghubungi salah satu komunitas supir angkot untuk mengetahui cerita seutuhnya.

Dari penjelasan komunitas tersebut, diketahui uang sejumlah Rp200 ribu dipotong, sehingga dana kompensasi berubah menjadi Rp800 ribu.

"Ramai kemarin supir angkot merasa dipotong Rp200 ribu oleh oknum-oknum tertentu," tutur Dedi Mulyadi.

Ia menilai, uang Rp200 ribu berharga bagi supir angkot dan keluarganya.

"Rp200 ribu berharga bagi mereka. Artinya bahwa, buat mencukupi kehidupan selama 4 hari lho," terangnya.

Ia menjabarkan akan melakukan dua hal untuk para supir angkot dan oknum yang melakukan pemotongan dana kompensasi tersebut.

"Nah begini, saya akan melakukan dua hal. Akan saya bawa ke proses hukum, yang salah silahkan urusan dengan polisi," tambah Dedi.

Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat mmembantah. Kata Dishub tidak ada pemotongan uang kompensasi kepada sopir.

Sekretaris Dinas Perhubungan Jabar Dhani Gumelar menjelaskan pihaknya telah menelusuri kabar pemotongan dana kompensasi bagi sopir angkot di Bogor. Hasilnya, kabar itu menurutnya tidak benar.

"Dishub Jabar, Dishub Bogor, dan Organda Bogor telah melakukan penelusuran dan memastikan bahwa tidak ada oknum kami yang melakukan hal tersebut (pemotongan kompensasi)," ucap Dhani, Jumat (4/4/2025).

Dhani menjelaskan, menurut penelusuran yang dilakukan di lapangan, beberapa sopir angkot memberikan sumbangan secara sukarela kepada koordinator dan paguyuban. Namun kemudian, pihak yang menerima sumbangan itu telah meminta maaf.

"Adapun yang terjadi adalah adanya sumbangan sukarela dari beberapa pengemudi kepada koordinator lapangan/paguyuban, kemudian yang bersangkutan telah memberikan keterangan, dan pernyataan maaf secara tertulis," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah angkot masih beroperasi di kawasan Puncak, Bogor, meski telah diminta untuk tidak beroperasi oleh Pemprov Jabar hingga H+7 Lebaran. Angkot-angkot tersebut datang dari arah Ciawi menuju Puncak.