Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Bolos Saat Paripurna DPRD HUT Kota Jakarta Ke-497, Pejabat: Caleg Gagal Malu

RN/NS | Minggu, 23 Juni 2024
 Bolos Saat Paripurna DPRD HUT Kota Jakarta Ke-497, Pejabat: Caleg Gagal Malu
Bangku kosong saat rapat paripurna HUT Kota Jakarta.
-

RN - Sudah menjadi rutinitas setiap tahun, DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-497 Kota Jakarta. Walau acara meriah tapi terlihat garing.

Dari pantauan wartawan di ruang rapat paripurna banyak bangku kosong. Bangku kosong itu menjadi obrolan bisik-bisik peserta undangan yang hadir dari kalangan pejabat Pemprov DKI Jakarta. 

"DPRD yang gagal nyaleg banyak gak datang. Lihat aja tuh banyak bangku kosong dan mungkin malu mereka," ungkap seorang pejabat yang namanya enggan disebutkan, Sabtu (22/6). 

BERITA TERKAIT :
KDRT Marak, Suami-Suami Di Jakarta Doyan Hajar Istri
Zita Mau Dikawinkan Dengan Kaesang, PAN Jangan Jebak Anak Jokowi?

Pemandangan berbeda terlihat di balkon atas ruang rapat. Di ruangan atas bangku terlihat penuh sejak pukul 09.00 WIB. 

"Di atas penuh, di bawah kosong. Mungkin dewan malu gak jadi lagi," sindir beberapa undangan di balkon.

Diketahui, rapat paripurna dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Ketua DPRD Prasetyo Edi serta tiga wakil ketua dewan yakni Rany Maulani, Khoirudin serta Misan Samsuri.

Sementara Zita Anjani yang juga Wakil Ketua DPRD absen alias bolos. Putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan itu tidak terlihat di meja pimpinan dewan. 

"Yang terhormat, para purna Gubernur DKI Jakarta, Bapak Sutiyoso," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dalam pembukaan pidatonya di gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu, 22 Juni.

Dalam pidatonya, Prasetyo melihat bahwa Jakarta sebagai Ibukota Negara telah berkembang pesat sejak didirikan hampir lima abad yang lalu. Banyak pengembangan infrastruktur dan pelayanan publik yang terus meningkat. Namun, Prasetyo menegaskan masih ada tantangan dan masalah sosial yang terus dihadapi warga Jakarta.