Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

PPP Remuk Di DKI, Kini Ngarep Warga Betawi Cobos Ka'bah

RN/NS | Rabu, 22 November 2023
PPP Remuk Di DKI, Kini Ngarep Warga Betawi Cobos Ka'bah
Ilustrasi
-

RN - PPP punya mimpi. Partai Ka'bah ini ngarep warga Betawi mencoblosnya di Pemilu 2024.

Diketahui, suara PPP di Jakarta pada 2019 remuk. Dari 10 kursi di DPRD DKI Jakarta pada 2014 kini tersisa satu perwakilan saja. 

Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono optimis Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DKI Jakarta mampu mencapai target perolehan tiga kursi di DPR RI dan 10 kursi DPRD Provinsi.

BERITA TERKAIT :
Sirekap Ditolak Sana-Sini, Bikin Gaduh Dan KPU Terancam
Caleg DPRD Dapil DKI 6 Yang Berpeluang Lolos Ke Kebon Sirih

Hal ini disampaikan Mardiono usai membuka acara Musyawarah Kerja Wilayah atau Mukerwil I DPW PPP DKI Jakarta, di Hotel Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (19/11/2023). Dia menilai semestinya untuk mencapai target tersebut tidaklah sulit.

“Saya optimis, ini bukan perjuangan yang susah karena mengembalikan suara. Di mana kita dulu pernah mencapai hal tersebut. Insyaallah masyarakat DKI Jakarta, masyarakat Betawi masih cinta PPP,” kata Mardiono.

Terlebih, kini DPW PPP DKI Jakarta banyak di isi kader-kader muda.

“Banyak kader yang tumbuh di generasi milenial baik di ranting atau cabang. Ini bagian transisi, di mana yang senior mengantarkan junior mempersiapkan kader handal untuk melanjutkan perjuangan,” katanya.

Adapun untuk mencapai target yang diharapkan, Mardiono meminta para kader untuk memanfaatkan teknologi informasi. Salah satunya media sosial yang disarankannya agar dijadikan medium untuk menyampaikan program kerja partai kepada rakyat.

“Karena Pemilu sebentar lagi, maka perjuangan harus mulai intens. Saya minta kader juga harus memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial untuk menyampaikan programnya kepada rakyat,” tuturnya.

“Kemudian, kader satu dengan lainnya juga harus bersatu dan bersama-sama turun ke masyarakat,” imbuh Mardiono memungkasi.