Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Stunting, Anak Di 17 Provinsi Banyak Yang Ceking Dan Kuntet

RN/NS | Sabtu, 07 Oktober 2023
Stunting, Anak Di 17 Provinsi Banyak Yang Ceking Dan Kuntet
Ilustrasi
-

RN - Kasus stunting masih belum bisa diselesaikan 100 persen. Saat ini ada 17 provinsi yang parah di mana anak-anak kurang gizi dan pendek alias kuntet.

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin sebelumnya mengatakan pemerintah terus mempercepat penurunan angka prevalansi stunting. Target pemerintah angka stunting turun 3 persen di tahun ini dan 2024.

"Kita sudah memperkirakan stunting ini 2024 target kita 14 persen. Sisa dari 2022 itu 21 sekian persen, jadi sisanya itu 6,8 persen. Oleh karena itu, kita memperkirakan dari 2 tahun ini, 2023 dan 2024 masing-masing 3 persen dan diperkirakan itu akan bisa tercapai," kata Ma'ruf di Donggala, Sulteng, Rabu (4/10).

BERITA TERKAIT :
BKKBN Soal Perempuan Lahirkan Anak Cewek, Emak-Emak: Emang Dia Tuhan  
Melalui Gebyar Posyandu, Kelurahan Penjaringan Ajak Orang Tua Balita Cegah Stunting

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo optimistis target penurunan angka stunting di 2024 akan tercapai. Target capaian stunting sampai 2024 yakni mencapai 14 persen.

"Kami masih optimis untuk stunting bisa menuju 14% di 2024," kata Hasto Wardoyo saat membacakan laporannya dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2023).

Hasto mengusulkan tiga poin untuk percepatan penurunan stunting. Pertama, dia mengusulkan penambahan provinsi prioritas menjadi 17 provinsi.

"Kami mengusulkan tiga poin yang pertama untuk mempercepat capaian 3,8% per tahun, kami mengusulkan penambahan provinsi prioritas menjadi 17 provinsi yaitu Papua, Papua Barat, Sumbar, Kaltim dan Sulsel," ujarnya.

Dia mengatakan BKKBN juga mengusulkan program keluarga harapan (PKH) fokus pada pemberian makanan tambahan bagi keluarga beresiko stunting. Dia juga mengusulkan penggunaan dana desa sebesar 10 persen.

"Kedua, fokus konvergensi menggunakan dana desa perlu ditingkatkan, kami izin mengusulkan apabila diperkenankan 10% minimal dana desa dan juga kami izin mengusulkan PKH, program keluarga harapan, difokuskan untuk pemberian makanan tambahan bagi keluarga berisiko stunting dan makanan tambahan produk lokal," ujarnya.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan pendataan stunting sangat penting. Dia pun meminta dukungan melalui sistem informasi keluarga.

"Dan yang paling akhir memang pendataan itu sangat penting untuk evaluasi maka kami mohon dukungan untuk caten melalui lc mail dan untuk keluarga melalui sistem informasi keluarga," ujarnya.