Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Kalau Mau Menang Pilpres, Demokrat Jangan Kepala Batu Paksakan AHY

RN/NS | Minggu, 20 November 2022 - 00:09 WIB
Kalau Mau Menang Pilpres, Demokrat Jangan Kepala Batu Paksakan AHY
-

RN - Demokrat sebaiknya bisa bersabar. Sebab Pilpres 2024 akan ada persaingan ketat.

Artinya Demokrat jangan terlalu kepala batu dengan memaksakan mendorong AHY sebagai cawapres dan berpasangan dengan Anies Baswedan.

Survei Voxpol Center Research and Consulting menunjukan bahwa elektabilitas Anies-AHY unggul 49,4 persen ketika dihadapkan dengan Prabowo Subianto-Puan Maharani 32,8 persen. Sementara ketika dihadapkan dengan Ganjar Pranowo-Puan Maharani 32,6 persen, Anies-AHY unggul dengan perolehan 50,7 persen

BERITA TERKAIT :
Belajar Dari Pilkada DKI, Mesin Anies Itu 4 Tak Tapi Ada Saatnya Tancap Gas
Anies Ganjar Adu Balap, Prabowo Turun Menukik?

Kepala BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron menilai, simulasi Anies-AHY yang unggul telak ini menunjukkan sosok AHY hari ini sangat diperhitungkan publik.

"Kalau melihat dari pasang-pasangan calon yang disimulai, jelas bahwa Mas AHY, Ketua Umum Partai Demokrat, sangat diperhitungkan oleh publik. Dan dari beberapa simulasi yang tadi disampaikan, setiap dipasangkan Anies-AHY, itu pasti unggul, dan unggulnya unggul tinggi," kata dia dalam keterangan Sabtu (19/11).

Herman menilai, kemenangan calon presiden di Pilpres 2024 ditentukan oleh faktor calon wakil presiden yang diusung.  Elektabilitas Anies-AHY unggul telak dari pasangan calon lainnya.

"Kalau melihat kepada hasil survei calon presiden, sepertinya ya nggak jauh-jauh dari 30 persen. Tapi begitu pasangan, terlihat bahwa calon wakil presiden ini menentukan terhadap kemenangan itu," ujar Herman Khaeron.

Sepakat Sabar

Sebelumnya Demokrat berjanji tidak akan protes jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak diusung sebagai cawapres dari Koalisi Perubahan.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya. Dia   mengatakan bahwa pembicaraan terkait calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Baswedan merupakan keputusan pertanya bersama Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Tentu segala strategi termasuk pasangan cawapres ini adalah faktor memenangkan yang jadi pertimbangan kami. Jadi tentu akan keputusan capres dan dibicarakan juga dengan partai koalisi," ujar Riefky di Restoran Pagi Sore, Jakarta, Jumat (18/11/2022).

Ia menjelaskan, ketiga partai telah memiliki kesepakatan untuk mengusung perubahan dan perbaikan untuk Indonesia. Karenanya, segala keputusan dan kesepakatan yang bertujuan untuk pemenangan di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 akan diikuti oleh Partai Demokrat.

"Jadi kalau kami ini kan berkumpul untuk semangat perubahan dan perbaikan dan itu hanya bisa dilakukan ketika kita memenangkan kontestasi atau pilpres nanti," ujar Riefky.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman juga menerima jika kadernya tak diusung menjadi cawapres. PKS mendorong Ahmad Heryawan sebagai pasangan dari Anies untuk Pilpres 2024.

"Kami sepakat penentuan cawapres itu mendongkrak kemenangan, jadi kami berkomitmen siapapun kami yang dipilih oleh capres dengan pertimbangan rasional. Itu kita yakini akan membawa pada kemenangan, saya kira kami di PKS tidak ada masalah," ujar Sohibul.

Anies dalam pertemuan tersebut menyampaikan tiga kriteria cawapresnya. Ketiganya adalah dapat membantu pemenangan, membuat koalisi solid, dan memiliki efektivitas dalam pemerintahan jika menang nanti.

"Semua opsi itu terbuka, tentu nanti akan dibahas juga bersama-sama. Jadi saya rasa pada fase ini itu fase kita lihat semua opsi kemudian kriteria sederhana kok," ujar Anies. 

#Anies   #Demokrat   #PKS