Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Desakan Pemuda Pancasila Agar Junimart Girsang Cium Tangan Japto 

NS/RN | Jumat, 26 November 2021 - 14:34 WIB
Desakan Pemuda Pancasila Agar Junimart Girsang Cium Tangan Japto 
Demo massa PP di Gedung DPR RI, Senayan.
-

RN - Perseteruan antara elite PDIP Junimart Girsang dengan Pemuda Pancasila (PP) masih panas. Junimart diketahui sudah meminta maaf di media terkait PP. 

Permintaan maaf Junimart Girsang dianggap Ketua Umum Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila, Teuku Aulia Arief, masih kurang.

"Kami meminta layaknya Junimart datang langsung ke Sekretariat MPN untuk sekalian bersilaturahmi bersama keluarga ormas Pemuda Pancasila dan menghadap ketua kami, yakni Bapak Japto Soerjosoemarno, untuk langsung meminta maaf," kata pria yang akrab disapa Ebot itu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/11/2021).

BERITA TERKAIT :
Gegara Arteria Dahlan, DPRD Kota Bogor Siapkan Perda Pelestarian Bahasa Sunda
Menko Airlangga Dorong Transformasi Digital & Teknologi Industri Kesehatan RI

Ebot menilai sikap Junimart, kalau benar tulus meminta maaf, haruslah menyambangi Sekretariat MPN di kawasan Pejaten. Junimart dituntut menemui para tokoh Pemuda Pancasila dan mencium tangan Japto.

"Kami rasa, sebagai bentuk bersalah dan rasa tulus jika benar-benar meminta maaf, lekas segera datangi markas Pemuda Pancasila untuk silaturahmi dengan tokoh-tokoh kami di sana, dan meminta permohonan maaf langsung kepada ketua kami, Pak Japto Soerjosoemarno dengan mencium tangannya," ujar Ebot.

Junimart Girsang menyampaikan sudah meminta maaf. Dia meminta tak perlu berpolemik lagi.

"Saya sudah sampaikan permintaan maaf via media yang sama. Saya kira tidak perlu berpolemik lagi," kata Junimart saat dihubungi, Kamis (25/11/2021).

Junimart menyebut hanya menyampaikan kritik membangun terhadap Pemuda Pancasila. Dia pun telah meminta maaf atas kritik tersebut.

"Apabila saya dipersalahkan karena kritikal membangun itu, sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi asas perdamaian dan Pancasila, saya sudah sampaikan permintaan maaf," ujarnya.