Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Anggota DPRD Kota Bekasi, Gus Shol Kunjungi Lokasi Vaksinasi di Daerah Kranji

YD/DIS | Sabtu, 28 Agustus 2021 - 13:02 WIB
Anggota DPRD Kota Bekasi, Gus Shol Kunjungi Lokasi Vaksinasi di Daerah Kranji
-

RN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, H. Sholihin mengunjungi lokasi vaksinasi di RW.01 Kelurahan Keranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (28/8/2021).

Kunjungan tersebut dalam rangka untuk ikut memantau berjalannya proses vaksinasi terhadap masyarakat tersebut.

Kuota yang disediakan pada vaksinasi, yaitu sebanyak 1.500 dosis. Diberikan kepada warga Kranji dan sekitarnya dengan terlebih dahulu mendaftarkan dirinya kepada pihak Panitia.

BERITA TERKAIT :
Pelaku Penghinaan Suku Betawi Ditangkap, Abdul Rozak Apresiasi Polres Metro Bekasi Kota
Didukung Yani dan Kasatpol DKI, Satpol PP Jakbar Gelar Vaksinasi Dengan 4D

Gus Shol, demikian biasa dipanggil, menjelaskan bahwa vaksinasi saat ini menjadi pusat perhatian dan program prioritas Pemerintah dalam rangka untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Pasalnya, bagi Gus Shol, vaksinasi adalah cara final sebagai ikhtiar pada saat pandemi belum berkhir. 

"Hari ini saya mengunjungi lokasi vaksinasi di kediaman senior saya, Bapak Said, sebagai wujud rasa hormat dan kegembiraan saya atas pelaksanaan vaksinasi ini," ujar Gus Shol.

Dalam kunjungan itu, Gus Shol yang juga Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Bekasi ikut mengecek kesiapan proses vaksinasi, baik oleh para tenaga medis maupun oleh para pantia yang bertugas secara teknis.

"Alhamdulillah, di lokasi sudah pada disiapkan. Panitia juga pada siap, tenaga medis juga sudah lengkap," sambung Gus Shol.

Oleh karenanya, Gus Shol meminta partisipasi warga dalam rangka berpartisipasi menyambut vaksinasi. Ia meminta warga agar jangan mudah terpengaruh dengan hasutan atau berita bohong soal vaksin.

"Kajian soal vaksinasi sudah final bagi seluruh para ahli bahkan seluruh dunia, jangan terpengaruh berita tidak benar soal vaksin, sehingga bikin warga tidak mau vaksin. Sangat disayangkan hal tersebut," pungkas Gus Shol.