Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Sepekan Dua Gubernur Menghadap Anies di Balaikota DKI, Ini Yang Dibicarakan

SN/RN | Rabu, 26 Mei 2021 - 08:59 WIB
Sepekan Dua Gubernur Menghadap Anies di Balaikota DKI, Ini Yang Dibicarakan
-

RN - Selasa (25/5) kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima  kunjungan dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah di Balai Kota DKI. Pertemuan tersebut dikatakan Anies melalui akun Facebook milik pribadinya.

“Alhamdulillah, menyambut Gubernur Sumatera Barat, Pak Mahyeldi Ansharullah di Balai Kota DKI Jakarta pagi tadi,” tulis Anies usai bertemu Gubernur Mahyeldi, Selasa (25/5/2021) malam.

Anies mengatakan silahturahmi tersebut lebih membahas potensi kerja sama antara Provinsi DKI Jakarta dengan Provinsi Sumatera Barat. Seperti kerja sama di bidang pertanian dan pariwisata.

BERITA TERKAIT :
Gubernur Anies Klaim JIS Bisa Mulai Digunakan Akhir Tahun Ini
Si Virus Corona Disebut Genting, Gubernur Anies Masih Ogah Tarik Rem Darurat

“Silaturahmi singkat sekaligus membahas potensi kerja sama antara DKI Jakarta dengan Sumatera Barat di bidang pangan, pertanian, dan pariwisata. Dengan kerja sama ini, akan saling menguntungkan bagi kedua daerah nantinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Anies pun menyebut dirinya akan membalas kunjungan Mahyeldi dengan datang langsung ke Sumatera Barat. “Terima kasih atas kunjungannya, Pak Mahyeldi. Insyaallah jika sudah matang kolaborasinya, kami akan segera balas bersilaturahmi ke Sumatera Barat,” tegasnya.

Sebelumnya, Anies juga menceritakan saat dirinya menerima kunjungan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie yang didampingi oleh Sekda Gorontalo Darda Daraba di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat lalu. 

Anies mengatakan, maksud kedatangan Rusli dan Sekdanya untuk mempelajari aplikasi pengadaan barang dan jasa online atau e-Order, yang dikembangkan dan dikelola oleh Pemprov DKI atas rekomendasi dari KPK dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI.

“Dengan senang hati kami berbagi pengalaman praktik aplikasi e-Order. E-Order adalah sistem Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk belanja UMKM sampai dengan Rp 50 juta. Market place yang diluncurkan sejak Januari 2020 ini telah membuka ruang bagi UMKM untuk ikut menikmati PBJ di Indonesia,” ujar Anies saat menerima kunjungan Rusli.