Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Siang Hari di Epicentrum Bersama Tunas Daihatsu Pondok Bambu

RN/BR | Senin, 05 November 2018 - 12:47 WIB
Siang Hari di Epicentrum Bersama Tunas Daihatsu Pondok Bambu
Ambulans Mariana saat di derek mobil towing Tunas Friend
-

RADAR NONSTOP - Ini penuturan Bendahara DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Ir. Hj Mariana Harahap, saat Mobil Daihatsu Gran Max Ambulans miliknya bermasalah di acara kegiatan lari 10K bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, pada 26 Agustus 2018 lalu di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dikirimkan kepada Redaksi Radar Nonstop, Jumat (2/11/2018). Wanita cantik jebolan Fakultas Arsitektur Lansekap & Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Jakarta dan S2 Bidang Pemasaran ini mengungkapkan pengalamannya mendapatkan pelayanan maksimal dari Tunas Daihatsu Pondok Bambu meski di hari libur.

Politisi perempuan yang pernah mengabdikan dirinya selama 18 tahun bersama BCA (Bank Central Asia) ini memulai kisahnya saat ikut menjadi peserta Lari 10K, serta menyiagakan ambulans miliknya (1 unit Daihatsu Grand Max) di lokasi kegiatan, Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

BERITA TERKAIT :
Tergiur Diskon Jumbo, Kerugian Korban Grabtoko 17 Miliar 
Dampak Pinjaman Online, Jual Rumah Hingga Coba Bunuh Diri

Mariana, Direktur Utama (Dirut) PT Matras Swabuana yang juga calon legislatif (Caleg) Partai Demokrat untuk DPR RI daerah pemilihan (Dapil) II yang meliputi Jakarta Selatan, Pusat dan Luar Negeri ini menuturkan, terik matahari siang itu terasa menyengat hingga ke ubun-ubun. Keringat deras para peserta kegiatan lari 10K mengucur deras membasahi sekujur tubuh seperti orang yang baru selesai mandi, basah kuyup.

Meski demikian, tak tampak kelelahan di wajah-wajah mereka. Lari 10K ditemani Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno, terasa amat menyenangkan dan memiliki sensasi sendiri. 

“Kalau saya tidak salah, kejadiannya pada tanggal 26 Agustus 2018 lalu. Saat kegiatan lari 10K di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan,” tutur Ir.Hj Mariana Harahap, mengawali cerita pengalamannya diservice memuaskan oleh Daihatsu Pondok Bambu tempatnya membeli 1 unit Grand Max yang kini dijadikan ambulans. 

Nih dia penuturan lengkap Ir.Hj Mariana. Saya selaku Direktur Utama (Dirut) PT Matras Swabuana ikut serta dalam kegiatan tersebut, saya mengerahkan 1 unit Mobil Daihatsu Gran Max  Ambulance yang saya siapkan di area kawasan Epicentrum.

Selama berlangsungnya acara kegiatan di sana, semua berjalan dengan lancar, kendaraan Daihatsu Gran Max Ambulance saya standby selama berjam-jam dalam keadaan kondisi mesin menyala. 

Namun ditengah kegiatan, ada peserta lari yang mengalami cidera kaki karena terjatuh dan harus segera kami bawa ke rumah sakit terdekat. 

Tim kami yg menyetir mobil ketika itu sempat mematikan mesin untuk memindahkan mobil ke area lain, lalu pada saat mobil ingin dioperasikan, disitulah terjadi masalah, karena berkali-kali distater mesin tidak mau menyala.

Tim saya pun menghubungi saya mengabarkan bahwa mobil tidak bisa menyala. Seketika saya panik dan benar-benar merasa cemas. Waduh, kenapa ya, apa karena mobil Ambulance dalam keadaan nyala berjam-jam sehingga mesin panas dan tidak bisa menyala, ya, pertanyaan-pertanyaan itu berputar-putar dalam pikiranku.

Dalam keadaan panik, saat itu juga saya mencoba menghubungi Bapak David selaku Kepala Cabang Tunas Daihatsu Pondok Bambu untuk meminta bantuan. Syukur Alhamdulillah, beliau merespon dengan baik dan secepatnya akan mengirimkan mekanik untuk mengecek kondisi kendaraan.

Sambil memberikan pertolongan pertama kepada peserta yang cidera, hati saya merasa cemas, dipikiran saya mana ada mekanik yang mau datang dihari libur. Saya meminta supir saya untuk mencari tahu kenapa mobil tidak bisa di stater, namun hasilnya sia-sia. Setelah hampir 1 jam menunggu, ada seorang laki-laki menghampiri mobil Ambulance dan menyapa saya. 

"Semangat siang sahabat, saya Rifki Mekanik Tunas Daihatsu Pondok Bambu. Saya cek dahulu untuk mesinnya ya bu", ujar Rifki. Saya pun menjawab, "Iya mas silahkan, Alhamdulillah".

Dengan sigap Mas Rifki mengecek mobil Ambulance saya, ternyata akinya bermasalah, lalu Mas Rifki menyarankan untuk dijumper dan saya pun menyetujui. Akhirnya mobil Ambulance saya bisa menyala dan langsung segera membawa peserta lari yang cidera kaki ke rumah sakit terdekat. 

Hati saya lega dan plong sekali sudah bisa membantu, dan ambulance yang saya beli cash di Tunas Daihatsu Pondok Bambu bermanfaat buat sesama.

Karena acara sudah selesai, saya pun bergegas pulang ke rumah meninggalkan lokasi acara dengan perasaan tenang.

Namun, selang beberapa jam kemudian setelah saya tiba dirumah, supir Ambulance saya kembali menelefon, menginfokan bahwa mobil tidak bisa dinyalakan lagi. Dengan perasaan kesal dan emosi saya mencoba menghubungi Pak David kembali untuk menanyakan kenapa mobil saya tidak bisa menyala lagi padahal sudah diservice mekanik.

Pada saat itu Pak David menjelaskan bahwasannya, mesin mobil tidak bermasalah, namun ada masalah di aki. Beliau menyarankan untuk menderek mobil Ambulance dengan Mobil Derek Tunas Friend agar dilakukan pengecekan lebih lanjut di bengkel Tunas Daihatsu Pondok Bambu.

Tanpa pikir panjang lagi saya langsung mengiyakan. Beberapa jam kemudian, supir saya menginformasikan bahwa mobil Ambulance sudah di derek menggunakan mobil towing Tunas Friend.

Info yang saya dapat, ternyata aki mobil harus di ganti dan syukurnya saya masih mendapatkan garansi aki mobil, jadi tidak perlu ada biaya yang saya keluarkan sama sekali. 

Saya benar-benar terharu dan sangat berterimakasih atas pelayanan Tunas Daihatsu Pondok Bambu. Ketika saya berusaha untuk berniat baik, saya justru mendapatkan kebaikan dari orang lain. Terimakasih ya, sukses selalu untuk Daihatsu.