Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Anies Temui Pendemo, Mahasiswa: Mana Tuh DPRD Yang Katanya Pro Rakyat 

NS/RN | Jumat, 09 Oktober 2020 - 06:02 WIB
Anies Temui Pendemo, Mahasiswa: Mana Tuh DPRD Yang Katanya Pro Rakyat 
Anies Baswedan saat menemui mahasiswa.
-

RADAR NONSTOP - Bentrok antara mahasiswa dan polisi di Jakarta baru reda tengah malam. Dampak dari aksi demo penolak UU Cipta Kerja itu sekitar 18 halte busway terbakar. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menemui mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Kamis malam 8 Oktober 2020, didesak segera memberikan protes kepada Jokowi soal UU Cipta Kerja. 

Anies berjanji akan meneruskan aspirasi mahasiswa. Anies menemui pendemo bersama Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana.

BACA JUGA :
Jokowi Klaim Kalau UU Ciptaker Di Hadapan Pemimpin Dunia 
Hasil Reses Banyak Yang Copy Paste, DPRD DKI Kok Gaptek? 

"Teman-teman sekalian ingatlah bahwa yang namanya menegakkan keadilan, kewajiban kita semua dan termasuk Anda semua yang sedikit banyak sedang menegakkan keadilan. Jadi tolong jalankan dengan tertib, siap tertib? Siap sampai rumah tertib?," kata Anies bertanya pada demonstran yang dijawab serentak oleh massa.

Anies juga meminta mahasiswa untuk berdiri nyanyi Padamu Negeri. Mendengar itu mahasiswa bernyanyi. 

Saat sedang bernyanyi, seorang mahasiswa teriak. "Mana itu DPRD yang katanya pro rakyat. Mereka ngumpet saat rakyat butuh bantuan," ungkap mahasiswa. 

Diketahui, PT Transjakarta menginventarisasi fasilitas halte busway yang rusak dalam aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Tercatat ada 18 hal yang rusak di sejumlah koridor.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan jumlah itu merupakan hasil penghitungan hingga pukul 20.30 WIB. Dia mengatakan kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp45 miliar.

10 halte Transjakarta yang dirusak karena pembakaran dan penjarahan. Halte yang dimaksud yakni Bundaran HI (Kor 1), Sarinah (Kor 1), Tosari Baru (Kor 1), Tosari Lama (Kor 1), Karet Sudirman (Kor 1), Sentral Senen (Kor 5), Senen arah Pulo Gadung (Kor 2), dan Senen arah HCB (Kor 2).

Selain membakar, massa juga merusak halte serta fasilitas di beberapa halte Transjakarta lainnya yakni HCB (Kor 1), BI (Kor 1), Gambir 1 (Kor 2), Sumber Waras (Kor 3), Grogol 1 (Kor 3), Dukuh Atas 1 (Kor 1), Petojo (Kor 8), Benhil (Kor 1), Rs Tarakan (Kor 8), dan Kwitang (Kor 2).