Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Di Jabar Dan Sumut, Lelaki Lebih Banyak Meninggal Ketimbang Perempuan

NS/RN/NET | Senin, 21 September 2020 - 05:01 WIB
Di Jabar Dan Sumut, Lelaki Lebih Banyak Meninggal Ketimbang Perempuan
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
-

RADAR NONSTOP - Fenomena Corona memang masih misterius. Virus yang heboh pertama kali dari Wuhan, China itu menyerang tanpa pandang bulu. 

Data mengejutkan diungkap Satgas Penanganan COVID-19. Di Indonesia tingkat kematian COVID-19 tetap didominasi oleh laki-laki ketimbang perempuan.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa rasio kasus kematian akibat virus Corona (COVID-19) laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan. Fenomena ini bisa terlihat dari kasus kematian di Jawa Barat dan Sumatera Utara.

BACA JUGA :
Jangan Ke Puncak & Bandung, Pedagang: Bisa Bangkrut Dah Kita 
Larangan Jangan Ke Puncak Dan Ke Bandung 

"Dan kalau kita masuk kabupaten kota itu ada di portal covid19.id itu ada beberapa daerah termasuk Jabar yang kasus meninggalnya justru banyak sangat tinggi pada laki-laki. Begitu juga dengan Sumatera Utara," ucap Wiku saat menjadi pembicara di dalam Webinar Nasional Seri 2 Kelompok Studi Demokrasi Indonesia Strategi Menurunkan COVID-19, Menaikkan Ekonomi secara daring pada Minggu(20/9/2020).

"Jadi kita harus menanganinya per daerah data ini menjadi alat navigasi dari daerah. Semua data yang masuk adalah data dari daerah yang masuk pada kemkes kemudian diolah di Satgas," katanya.

Wiku menjelaskan kasus konfirmasi positif virus Corona (COVID-19) memang ditemukan pada laki-laki maupun perempuan. Tetapi, di Indonesia sendiri tingkat kematian COVID-19 tetap didominasi oleh laki-laki.

"Dan kalau kita lihat dari distribusi kasusnya relatif sama pria wanita dari yang positif dirawat sembuh tapi giliran kasus meninggalnya rupanya laki-laki lebih besar," jelasnya.

Sedangkan, apabila dilihat dari kelompok umur justru kasus meninggal banyak ditemukan pada kelompok usia di atas 45 tahun yang mencapai 80 persen. Sedangkan, lanjut Wiku, virus Corona terbanyak ditularkan dari kelompok usia produktif.

"Dan kalau kita lihat dari kelompok umum terlihat usia produktif sangat tinggi penularannya dalam konteks nya positif dirawat kemudian juga kemungkinan sembuh tapi giliran meninggal kasusnya justru di usia-usia di atas 45 tahun dan ini totalnya hampir 80 persen. Inilah yang makanya kita harus hati-hati orang usia lanjut yaitu kelompok beresiko orang usia lanjut dan penyakit penyerta," ungkapnya.

Minggu (20/9) terjadi penambahan kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 3.989. Total kasus konfirmasi positif COVID-19 kini mencapai 244.976 orang. Rinciannya, 9.553 meninggal dunia dan 177.327 orang dinyatakan sembuh.