Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Simpang-siur Pemberitaan Kedatangan Presiden, Humas Pemkot Bekasi Diminta Lebih Profesional

YUD | Rabu, 27 Mei 2020 - 08:21 WIB
Simpang-siur Pemberitaan Kedatangan Presiden, Humas Pemkot Bekasi Diminta Lebih Profesional
-

RADAR NONSTOP - Berbagai tanggapan miring menyerang Humas Setda Kota Bekasi terkait kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kota Bekasi, Selasa (26/5/2020).

Robin Sakti Situmeang, Ketua DPC BARA JP Kota Bekasi mengutarakan bahwa kesalahan komunikasi Humas Pemkot Bekasi tentang kedatangan Presiden Jokowi membuat masyarakat luas kebingungan, terlebih masyarakat Kota Bekasi.

"Hal itu dikarenakan informasi yang beredar di tengah masyarakat simpang siur. Ada yang menyebutkan Presiden akan shollat di masjid Al Azhar Sumarecon Kota Bekasi, ada yang menyebutkan Presiden akan membuka kembali pusat perbelanjaan di Kota Bekasi. Jadi simpang siur informasi tersebut, membuat banyak masyarakat bingung, apalagi di tengah sedang berlakunya PSBB di Kota Bekasi," tandasnya. 

BACA JUGA :
Dihadiri Wawako dan M2, Pelantikan BPP Dan BSPN PDIP Kota Bekasi Tertutup?
Usai Direnovasi, Wali Kota Bekasi Resmikan Sekretariat KONI

Itu kan tanpa sebab, sambung Robin Sakti, bahwa masyarakat semakin yakin kalau Presiden akan membuka kembali pusat perbelanjaan di Kota Bekasi, dan tentu ini membuat masyarakat bingung karena media nasional sudah memberitakannya.

"Informasi yang didapat berasal langsung dari wawancara staf Humas Pemkot Kota Bekasi dengan salah satu media online nasional. Untuk itu, akibat dari pernyataan narasumber Humas Pemkot Bekasi yang mengakibatkan simpang siurnya berita di masyarakat, maka dengan ini Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARA JP) Kota Bekasi, meminta Pemkot Bekasi untuk segera mengevaluasi jajarannya, karena telah lalai dan mungkin menganggap sepele aktivitas Kepala Negara di Kota Bekasi," tegasnya.

Robin Sakti Situmeang menambahkan,  tidak ada salahnya staff yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka kepada kawan-kawan media karena telah lalai memberikan informasi tentang aktivitas Kepala Negara.
 
"Supaya tidak terjadi kesalahan komunikasi seperti ini, kami juga BARA JP akan meminta kejelasan kepada yang bersangkutan untuk secara terbuka membuat klarifikasi, kenapa sampai seperti ini komunikasi Humas Pemkot Bekasi," pungkasnya.

Sementara itu, King Vidor, Pembina BARA JP Kota Bekasi turut mengatakan, agar Humas Pemkot Bekasi harus bisa lebih profesional.