Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Soal Minimnya Penerima Bantuan Covid-19 Di Desa Sukamurni, Ini Kata Camat Sukakarya

SAR/BUD | Selasa, 21 April 2020
Soal Minimnya Penerima Bantuan Covid-19 Di Desa Sukamurni, Ini Kata Camat Sukakarya
Camat Sukakarya, Encun Sunarto
-

RADAR NONSTOP - Informasi soal  minimnya bantuan bagi masyarakat di Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, yang terdampak Covid 19, terus menuai tanggapan dari berbagai pihak.

Sebelumnya, masyarakat dibuat kaget dengan keterangan-keterangan mengenai minimnya jumlah penerima bantuan di wilayah tersebut yaitu hanya 70 Kepala Keluarga (KK). 

Camat Sukakarya, Encun Sunarto mengaku, sampai saat ini pihaknya belum menerima data atau jumlah real dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang nantinya akan mendapatkan bantuan bagi masyarakatnya. 

BERITA TERKAIT :
Dinkes Kota Bekasi Imbau Masyarakat Melakukan Pencegahan DBD Dengan PSN 4M Plus
Pj Wali Kota Bekasi Lemah, Gagal Lobi Tapi Jago Mempertahankan Jabatan  

"Saya belum mendapat informasi yang resmi dari kabupaten untuk bantuan bagi masyarakat Kecamatan Sukakarya," ujarnya kepada radarnonstop.co (Rakyat Merdeka Group, Selasa (21/4/2020). 

Encun berujar, pihaknya akan menelusuri dan mengkonfirmasi mengenai adanya kabar yang berkembang di masyarakat bahwa penerima bantuan Covid-19 di Desa Sukamurni hanya 70 KK. 

"Informasi dapat bantuan di Desa Sukamurni hanya 70 KK dari mana," ujarnya seraya bertanya.

Menurutnya, di saat seperti ini para pegawai di Pemerintah Desa bisa lebih aktif dan transparan dalam menginformasikan kepada masyarakat terkait kebijakan-kebijakan bantuan yang akan diberikan baik dari Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat. 

"Pemerintah Kecamatan berharap agar masyarakat bisa mendapatkan hak-haknya baik informasi dan yang lainnya," tegasnya. 

Sebelumnya seorang warga Kampung Rawakeladi, Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya Jenal mengatakan, masyarakat dibuat kaget oleh keterangan pegawai Desa setempat terkait minimnya jumlah penerima bantuan Covid-19 yang berkisar hanya 70 KK. 

Selanjutnya, yang menjadi pertanyaan kepada para pegawai Desa Sukamurni kenapa lebih dulu mensosialisasikan jumlah penerima bantuan, sedangkan Pemerintah Kecamatan saja belum mengetahui secara pasti jumlah penerima bantuan dari Pemkab Bekasi.