Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Almarhum Ki Ijo Alias Kisem, Penerima Penghargaan HUT Kota Bekasi Ke-23

YUD | Selasa, 10 Maret 2020 - 21:30 WIB
Almarhum Ki Ijo Alias Kisem, Penerima Penghargaan HUT Kota Bekasi Ke-23
Walikota Bekasi Rahmat Effendi
-

RADAR NONSTOP - Momentum peringatan hari ulang tahun (HUT) Kota Bekasi ke-23 diwarnai penganugerahan kepada 43 orang yang dianggap berjasa dan berjuang di era kemerdekaan bagi Kota Bekasi.

Dari 43 nama tokoh tersebut terpampang nomor urut satu adalah Ki Ijo Bin Beih. Beliau merupakan sosok pejuang Bekasi era revolusi 1945-1949 yang tergabung dalam Laskar Pejuang Bekasi. 

Nama Ki Ijo sendiri bagi sebagian warga Bekasi tak asing lagi, karena sosoknya diketahui merupakan kakek dari Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

BACA JUGA :
"Kan Ada Wali Kota, Repot Amat Kang Emil Ke Bekasi" 
Nasib Atlet Prestasi Kota Bekasi, Masih Susah Masuk ke SMA Negeri

Nama Ki Ijo, juga diketahui telah disiapkan sebagai pengganti nama jalan baru SS Pekayon, di Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. 

Bahkan nama tersebut ternyata sudah diajukan sejak tahun 2016 lalu oleh tim sejarawan bersama sederet nama pejuang lainnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, Ki Ijo atau lebih dikenal Kisem, tidak hanya sebagai pejuang tapi juga sebagai Jawara Bekasi

“Apa salah, kalau nama jalan SS Pekayon tersebut seyogyanya saya ganti dengan nama Jalan Ki Ijo/Kisem. Karena nama SS Pekayon sendiri saya yang kasih. Saat memperjuangkan pembangunan jalan baru tersebut, saya juga didemo, dicaci dan lainnya. Tapi sekarang siapa yang menikmati jalannya setelah jadi,” ujar Rahmat Effendi dikonfirmasi awak media usai Paripurna HUT ke-23 Kota Bekasi, Selasa (10/3/2020).

Sementara itu, sejawaran Kota Bekasi, Ali Anwar mengatakan, nama asli Engkong Kisem adalah Ijo atau Ki Ijo. Kisem adalah nama julukan karena suatu kebiasaan atau guyonan ketika masih remaja yang akhirnya melekat pada diri seseorang.

“Kenapa namanya Ki Ijo lebih dikenal Kisem, karena saat remaja Ki Ijo, suka mondar mandir dari Pekayon ke arah Jatiasih. Dan saat bersamaan di jalan itu ada orang yang kira-kira kurang waras. sehingga Ki Ijo diledek sama teman atau keluarganya lo sudah kayak si Kisem saja, hingga akhirnya nama tersebut melekat pada diri Ki Ijo,” kisah Ali Anwar.

Bahkan kata dia, anak cucu dari Kisem sendiri sebagian tidak mengenal Kisem adalah Ki Ijo sendiri. Dan makamnya ada di wilayah Pekayon kompleks makam Keluarga.

Terkait perjuangan Ki Ijo sendiri, Ali Anwar mengakui, nama beliau memiliki penghargaan dalam bentuk bambu runcing dan piagam dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) 1945. 

Penghargaan tersebut lanjut dia, diberikan kisaran tahun 1980-an sebelum Rahmat Effendi atau Bang Pepen menjadi Wali Kota Bekasi.

“Piagam pejuang Ki Ijo, bukan baru bentuk pengakuan negara terhadap Ki Ijo sudah lama. Beliau itu dinyatakan pejuang pada masa revolusi perang kemerdekaan tahun 1945-1949,” tukasnya.