Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Kata Mendagri Soal Wagub DKI Terserah DPRD 

RM/RN | Senin, 22 Juli 2019 - 17:39 WIB
Kata Mendagri Soal Wagub DKI Terserah DPRD 
-

RADAR NONSTOP - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta kepada DPRD segera memilih Wagub DKI Jakarta. Karena, posisi tersebut diperlukan untuk konsolidasi pemerintahan daerah.

Menurut dia, meskipun Gubernur Anies Baswedan memiliki sekretaris daerah, deputi dan tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP), tapi posisi wagub tetap memiliki kedudukan berbeda dibandingkan ketiganya.

“Tapi ingat bahwa (pemerintahan) DKI itu paket politik, perlu konsolidasi demokrasi yang ada peran wagub. Jadi, alangkah baiknya kalau segera diproses," kata Tjahjo seperti dikutip Antara usai pembukaan Indonesia Development Forum (IDF) 2019 di JCC Senayan Jakarta, Senin (22/7).

BACA JUGA :
TGUPP Dibonsai DPRD, Anies Kasih Sinyal Perlawanan
TGUPP Dibonsai DPRD, Anies Kecewa Sebut Oposisi Sangat Keras

Menurut dia, Kemendagri hanya bisa mendesak DPRD DKI Jakarta untuk segera menggelar rapat pimpinan gabungan (rapimgab) guna memilih wagub. Sementara, keputusan waktu pelaksanaan rapimgab tersebut tetap menjadi wewenang DPRD DKI Jakarta, dan Mendagri tidak dapat mengintervensi.

"Secara prinsip, Kemendagri tidak bisa berbuat banyak. Ini sudah domainnya DPRD, termasuk Anies (Baswedan) juga tidak bisa ikut campur apa-apa. Terserah DPRD, apakah mau diselesaikan di masa sekarang atau mau dibahas hasil pemilu, terserah DPRD," tambahnya.

Belum adanya posisi wagub saat ini, kata Tjahjo tidak mengganggu jalannya pemerintah di DKI Jakarta, mengingat tidak adanya laporan keluhan dari masyarakat akibat absensi wagub.

Namun, dia menegaskan pentingnya bagi DPRD DKI Jakarta untuk segera menentukan siapa yang akan menggantikan Sandiaga Uno, yang mengundurkan diri karena pencalonannya di Pilpres 2019.

DPRD DKI Jakarta sedianya menggelar rapimgab pada Selasa (16/7) namun batal dilakukan karena tidak ada anggota dewan yang hadir. 

Ketua Panitia Khusus Pemilihan Wagub DKI Mohamad Ongen Sangaji beralasan sekretaris dewan tidak dapat menyusun jadwal dengan baik sehingga tidak ada anggota yang hadir.