RN – Seorang pria telah ditangkap oleh pihak kepolisian yang menyelidiki pelecehan daring kepada bek Inggris, Jess Carter, selama Euro Wanita 2025 awal musim panas ini.
Polisi Lancashire menangkap seorang pria berusia 59 tahun di Great Harwood pada Kamis, 28 Agustus 2025, pagi waktu setempat, atas dugaan komunikasi jahat terkait beberapa pesan tersebut.
Ia telah dibebaskan. Namun, menurut pernyataan pihak kepolisian, penyelidikan masih berlangsung.
BERITA TERKAIT :Kepala Kepolisian Cheshire, Mark Roberts, yang memimpin Dewan Kepala Kepolisian Nasional (NPCC) untuk kepolisian sepak bola, mengatakan bahwa pesan kepada Jess Carter jelas sebagai pelecehan.
"Kami ingin menegaskan bahwa pelecehan rasis semacam ini tidak akan ditoleransi. Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan dan katakan. Kami ingin memastikan para pelaku tidak dapat bersembunyi di balik profil media sosial untuk mengunggah komentar-komentar keji," tutur Mark Roberts di ESPN.
Sementara itu, polisi Lancashire, Dan Fish, mengatakan bahwa penangkapan tersebut sebagai sinyal keseriusan untuk menindak pelaku pelecehan kepada pesepak bola.
"Kepolisian Lancashire tidak menoleransi kebencian dalam bentuk apa pun, baik secara langsung maupun daring,” kata Dan Fish.
"Saya harap penangkapan ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa Kepolisian Lancashire akan melakukan segala upaya untuk mengidentifikasi mereka yang terlibat dalam perilaku tidak dapat diterima tersebut--tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan," ujar Dan Fish.
Bulan lalu, Carter mengungkapkan bahwa ia telah menjadi sasaran banyak pelecehan selama turnamen.
Kepala Eksekutif Federasi Sepak Bola Inggris (FA), Mark Bullingham, mengatakan pada saat itu bahwa federasi segera menghubungi Kepolisian Inggris ketika mengetahui tentang pelecehan tersebut.
Bullingham berjanji untuk memastikan mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan serta kebencian ini diadili.
Carter mengatakan kepada ITV News awal bulan ini bahwa dampak psikologis dari pelecehan yang dialaminya membuatnya merasa takut ketika pelatih kepala Inggris, Sarina Wiegman, memberi tahunya ia telah terpilih untuk bermain di final Euro Wanita 2025--yang akhirnya dimenangi Inggris melalui adu penalti melawan Spanyol untuk mempertahankan gelar.
"Itu pertama kalinya saya merasa takut. Terlalu takut untuk bermain. Saya rasa itu gabungan dari pertandingan besar. Namun, di atas semua itu, (saya) takut akan pelecehan apa pun yang mungkin terjadi, entah itu berbasis sepak bola atau pelecehan rasial yang akan terjadi karena saya melakukan kesalahan,” ujar Carter.
"(Pelecehan itu) membuat saya merasa sangat kecil. Membuat saya merasa tidak penting, tidak berharga. Itu membuat saya meragukan semua yang saya lakukan. Itu bukan tempat yang nyaman," kata Carter.
.