Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Adu Kuat Kader PDIP Berebut Kursi Wakil Ketua DPRD DKI, Pantas Yang Dicap Tak Pantas? 

RN/NS | Minggu, 30 Juni 2024
Adu Kuat Kader PDIP Berebut Kursi Wakil Ketua DPRD DKI, Pantas Yang Dicap Tak Pantas? 
Pantas Nainggolan.
-

RN - Pantas Nainggolan disebut-sebut bakal menduduki kursi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta 2024-2029. Tapi politisi kelahiran Pematang Siantar, 15 November 1962 itu dinilai tak pantas.

"Pantas yang tak Pantas. Seorang pimpinan itu harus yang berani dan sanggup menghidupi gerak organisasi partai," ungkap kader Banteng yang namanya takut disebutkan, Minggu (30/6).

Secara karir politik, Pantas saat merintis dari bawah. Saat ini mantan dosen tersebut menduduki posisi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta (2010-2015).

BERITA TERKAIT :
Zita Mau Dikawinkan Dengan Kaesang, PAN Jangan Jebak Anak Jokowi?
Kaesang Maju Di Pilkada DKI Atau Jateng, Banteng Tak Gentar Dan Siap Nyeruduk

Pantas juga pernah menjadi Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta (2005-2010), Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta (2000-2005), Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta (1996-2000). "Jabatan banyak gak jaminan bung, kader butuh sosok yang kuat dan berani, apalagi Bung Pantas sudah tua dan jadi pimpinan itu capek lho," keluh kader Banteng lagi. 

Sementara Pantas Nainggolan belum bisa dihubungi. Tapi bisik-bisik di internal DPD PDIP DKI Jakarta kalau posisi pimpinan DPRD Kebon Sirih akan ditentukan oleh DPP. 

Diketahui, suara PDIP di 2024 anjlok. Partai berlogo Banteng ini hanya mendapatkan kursi wakil ketua dewan dan untuk ketua dprd dihuni oleh PKS. 

Hasil rekapitulasi dan penetapan perolehan suara Pemilu 2024 yang ditetapkan KPU DKI menyebutkan perolehan suara PKS mencapai 16,68% atau 1.012.028.

Posisi kedua adalah PDIP yang memperoleh 14,01% atau 850.174 suara. Sementara partai Gerindra berada di uturtan ketiga meraup 12% atau 728.297 suara.

Posisi keempat ditempati Partai NasDem memperoleh 8,99% atau 545.235 suara dan posisi kelima oleh Golkar yang memperoleh 8,53% atau 517.819 suara.