Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Jebakan Halus Untuk RK, Disuruh Ke Jakarta Untuk Muluskan Deddy Mulyadi Di Jabar

RN/NS | Rabu, 05 Juni 2024
Jebakan Halus Untuk RK, Disuruh Ke Jakarta Untuk Muluskan Deddy Mulyadi Di Jabar
Deddy Mulyadi dan Ridwan Kamil.
-

RN - Desas desus jebakan halus terkuak. Gerindra kabarnya sedang memainkan politik tektok untuk menguasai Jawa Barat (Jabar).

Gerindra mendorong Ridwan Kamil alias RK untuk maju di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. RK saat ini diberi dua mandat oleh Partainya, Golkar, antara maju di Pilkada Jakarta atau Jawa Barat.

Didorongnya RK maju di Pilkada Jakarta disebut-sebut manuver Gerindra untuk membuka peluang kadernya, Dedi Mulyadi, maju di Pilkada Jawa Barat. Sebab jika Dedi diadu dengan RK dipastikan kalah. 

BERITA TERKAIT :
RK-Suswono Menang Survei, Tapi Gak Jaminan Jadi Gubernur Jakarta
Ngarep Suara Pendukung Anies Coblos RK, Sinyal PKS Lagi Galau Tingkat Tinggi

Politisi Gerindra, Habiburokhman, menegaskan keputusan final siapa yang akan diusung dalam Pilkada ada di tangan Ketua Umum Prabowo Subianto.

Prabowo akan mengumumkan keputusan final tersebut saat menjelang pendaftaran di Agustus 2024 mendatang. Namun, dia menjelaskan mengapa nama RK dan Dedi Mulyadi menjadi calon potensial untuk diusung.

“Pak Ridwan Kamil tokoh yang memang juga all out mendukung Pak Prabowo tetapi, nah ini tetapinya, ini soal putusannya apakah kami mencalonkan Pak RK di Pilgub DKI itu kan tentu ada di tangan Pak Prabowo,” kata Habiburokhman kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (4/6).

“Pak Dedi kader kami sekarang yang kemarin all out juga berjuang memenangkan Prabowo-Gibran secara teoritis layak dicalonkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Golkar sendiri saat ini belum memberikan keputusan di daerah mana RK akan bertarung. Golkar masih akan menunggu hasil survei kedua untuk memutuskan hal tersebut. Namun untuk RK, antara di Jawa Barat atau DKI Jakarta.

Sementara Ketua DPD Golkar Jawa Barat Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya saat ini masih menunggu hasil survei untuk memutuskan posisi RK di Pilgub Jakarta atau Jawa Barat.

"Sejauh ini Partai Golkar mempertimbangkan hasil survei dan memang kan Pak Emil sendiri ditugaskan di dua provinsi yaitu DKI dan Jabar," kata Ace di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2024).

"Sesuai dengan hasil survei tersebut dan juklak (petunjuk pelaksanaan) internal Partai Golkar tentang penunjukan atau penetapan calon kepala daerah, kita masih ada dua kali survei kita lihat lebih lanjut," sambungnya.

Ace mengatakan saat ini partainya masih mengkaji rekomendasi RK. Ace menyampaikan paling lambat keputusan diambil sebelum pendaftaran Pilkada dibuka.

"Kita menunggu keputusan partai, dan tentu atas berbagai pertimbangan Ketum kami dan tim Pilkada DPP Partai Golkar akan memikirkan atau mengkajinya secara mendalam terkait dengan rekomendasi tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut, Ace menuturkan partainya juga mempertimbangkan terkait lawan yang akan dihadapi oleh RK, sebelum memutuskan rekomendasi tersebut. Meski begitu, kata dia, hasil survei yang akan berpengaruh terhadap keputusan nanti.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya mengungkapkan partainya memberikan rekomendasi kepada Ridwan Kamil (RK) untuk maju di Pilgub Jakarta. Dasco mengatakan Gerindra ingin mengusung Ridwan Kamil bersama kader internal di Pilgub Jakarta.

"Soal posisi Kang Emil itu sudah Gerindra putuskan dan diberikan rekomendasi untuk maju di Pilkada DKI," kata Dasco di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2024).

Ridwan Kamil merupakan eks Gubernur Jawa Barat. Ridwan Kamil saat ini menjabat Wakil Ketua Umum Golkar. Golkar saat ini masih mempertimbangkan Ridwan Kamil untuk maju di Jakarta atau Jawa Barat lagi.

Dasco pun meyakini Golkar akan memberikan rekomendasi akhir kepada RK untuk maju di Pilgub Jakarta. Dia yakin Golkar dan Gerindra tidak akan berbeda sikap soal Ridwan Kamil.

"Saya rasa bukan (berbeda) ya, bukan berbeda, tapi pasti akan sama, bahwa RK akan direkomendasi maju di DKI Jakarta," ujarnya.