Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Milenial Jangan Diam Di Pemilu, Pesta Demokrasi Harus Diawasi

Yud | Jumat, 17 November 2023
Milenial Jangan Diam Di Pemilu, Pesta Demokrasi Harus Diawasi
-

RN- Peran serta generasi milenial dalam menyongsong pemilu serentak tahun 2024 sangatlah penting. Pesta demokrasi yang nantinya berlangsung perlu diawasi agar berjalan damai dan jujur.

Ketua Umum Forum Komunikasi Intelektual Muda Indonesia (Forkim), Mulyadi mengatakan peran generasi millenial di era demokrasi digital sangat penting karena kaum millenial adalah generasi kaum muda yang berperan besar dalam mengawal masa depan Bangsa, khususnya Kota Bekasi.

"Saat ini adalah era digital dimana internet dan media sosial sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari kita. Kami berharap aksi nyata para pemilih milenial dalam Pemilu nanti ikut serta mengawal tegaknya demokrasi di Negeri ini. Artinya pemilih milenial ikut aktif mengawasi sebagai manifestasi dari kedaulatan rakyat," terang Mulyadi saat menjadi Narasumber dalam acara sosialisasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bekasi di SMA Korpri Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Jum'at (17/11/2023)

BERITA TERKAIT :
Soal Angket, NasDem Belum Bersikap
Heboh Bagi-Bagi Duit Caleg Golkar, Bawaslu Kota Bekasi Disuruh 'Sunat' Lagi

Mulyadi berpendapat bahwa digitalisasi politik tidak turun hanya dengan manfaatnya saja, namun dengan konsekuensinya juga. Menurut Mulyadi, mudharat yang muncul dari digitalisasinya masih bisa diminimalisir dari pada manfaat positifnya yang sangat luas, seperti yang kita ketahui generasi Z dan Milenial ini sudah mencapai pada angka 93 persen dalam menggunakan media sosialnya.

"Memang tidak semua generasi Z dan Milenial tertarik pada percakapan-percakapan politik, tetapi dengan sentuhan-sentuhan terkini mereka generasi Z dan Milenial tergerak juga untuk berkomentar. Yang secara tidak langsung generasi muda mau untuk ikut serta dalam percakapan politik, begitu nanti mereka generasi Z dan Milenial melihat yang lebih seriusnya, mereka akan menyatakan pendapat yang serius juga," terang Mulyadi.

Sebetulnya, sambung Mulyadi, politik di Kota Bekasi itu dikuasai oleh milenial, baik yang di Pemerintahan Kota Bekasi yang kerjaannya hanya nongkrong maupun yang secara sadar memproduksi meme.

"Jadi saya anggap politik Kota Bekasi bukan sekadar disaksikan oleh milenial, tapi juga diaktifkan oleh mereka (milenial). Melalui komentar-komentar cerdas, itu kan percakapan politik mutakhir, dengan semacam satire-satire yang dibuat oleh milenials," ujarnya.

Menyoal hal tersebut, lanjut Mulyadi, kita  mengajak seluruh generasi milenial untuk meningkatkan Partisipasi dalam konstelasi Politik 2024 di Kota Bekasi. Yang muda yang bersuara untuk turut serta memenuhi panggilan nurani, guna memantau dan mengawasi melakukan pengawasan partisipatif kepada Penyelanggara Pemilu KPU Kota Bekasi, Bawaslu dan peserta Pemilu.

"Karena  proses Pemilu yang sudah dimulai, jika melihat Penyelenggara Pemilu dan calon Anggota Legislatif (Caleg) berduaan di warung kopi, dan lain-lain, potret, laporkan! Keterlibatan semua pihak dalam pengawasan pemilu akan menjamin keadilan bagi semua pihak," imbuh Mulyadi mengakhiri.

#Bekasi   #Pemilu   #Bawaslu   #