Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

'Copot' Yani Makin Kuat, Wali Kota Jakbar Kena Depak Atau Tidak Jadi Bursa Taruhan?

RN/NS | Selasa, 15 November 2022 - 02:14 WIB
'Copot' Yani Makin Kuat, Wali Kota Jakbar Kena Depak Atau Tidak Jadi Bursa Taruhan?
Wali Kota Jakbar Yani Wahyu Purwoko.
-

RN - Desakan agar Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko segera dicopot makin kuat. Beberapa aktivis dan LSM di Jakarta mendesak agar Yani segera didepak.

Bahkan, beberapa aktivis membuka bursa taruhan. Mereka menilai, kalau Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bakal menyerap aspirasi para aktivis dan bakal mencopot Yani.

Desakan agar Yani dicopot usai insiden kematian satu keluarga di Blok AC5/7, Jalan Taman Asri 3, RT 7/ RW 15, Citra Garden 1 Exit, Kalideres, Jakarta Barat. Hingga kini penyebab tewasnya RD, RN, DF, dan DG masih misterius.

BERITA TERKAIT :
Anggaran Risma Diblokir Sri Mulyani, Apa Ini Dampak Duit Orang Miskin 500 T Hanya Untuk Rapat?
Lakukan Penghijauan di Pergudangan Pejagalan, HBH dan Bang Ali Kompak Tanam Pohon

Tewasnya sekeluarga sempat viral soal isu kelaparan. Tapi, hingga kini polisi masih melakukan penyidikan. Diketahui, beberapa elemen aktivis di Jakarta sepakat kalau Heru harus mencopot Yani.

Sebut saja Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan, Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Endriansah dan Aliansi Pemuda Jakarta (APJ) serta Sahabat Pemuda Jakarta Barat (SPJB).

"Harus ada penyegaran di Jakbar, bukan hanya isu sekeluarga tewas dan viral tapi kinerja Yani memang layak dievaluasi," ungkap Rekan Indonesia, FPPJ, APJ dan SPJB.

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjen NU) Rahmat Hidayat Pulungan sebelumnya menyatakan perangkat negara yang paling bawah, harusnya punya data. "Berapa warga mereka yang tidak mampu, karenakan pemerintah punya banyak program sosial untuk melindungi rakyat yang tidak mampu," terang Rahmat.

Tetangga sebelah rumah keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, Tio (58) mengaku sempat melihat kaki salah satu korban, RG (71) terikat dengan plastik hitam sekitar 3 bulan lalu.

Seperti diberitakan, Yani sebelumnya meminta agar tidak berasumsi liar terkait penyebab kematian tersebut. "Kita ini jangan sampai terjebak oleh diksi tentang kelaparan ya," katanya.

Yani juga berharap semua pihak menunggu hasil penyidikan polisi. Meski begitu, dia tak menampik fakta bahwa jenazah yang ditemukan dalam keadaan membusuk dan tidak ada bahan makanan di tubuh.

Sementara pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengevaluasi jajaran RT dan RW di Kalideres.

"Tadi saya ada rapat lagi dengan para lurah agar disampaikan pada ketua RW kemudian RT dan LMK di samping mengerjakan tupoksi (tugas pokok dan fungsi), kita juga tetap melihat kepada aspek lain," kata Camat Kalideres, Naman Setiawan di Jakarta, Senin (14/11).

Menurut Naman, tugas RT dan RW di wilayah bukan hanya sekedar mendata saja. Tak kalah penting, membangun interaksi yang aktif dengan warga.

Interaksi juga harus dibangun antara jajaran RT atau RW kepada warga yang terkesan tertutup dengan lingkungan sekitar.

Bentuk interaksi tersebut bisa dimulai dari melibatkan warga dalam beberapa kegiatan lingkungan hingga membuat forum pertemuan warga.

"Barang kali untuk melakukan pendekatan, sehingga kita tahu apa sih permasalahan. Jika ada permasalahan kita pecahkan bersama sama," jelas dia.

Tidak hanya itu, dia juga mengimbau para RT dan RW untuk aktif memanfaatkan media sosial untuk menjalin hubungan dengan sesama warga.

Kontroversi & Viral

Yani dikenal sebagai pejabat yang sering viral. Aksinya kerap membuat heboh masyarakat.

Saat menjabat sebagai Camat Penjaringan, Jakarta Utara pada  tahun 2015, Yani sempat diisukan menodongkan pistol ke warga. Aksinya viral dan ramai.
 Lalu, pada tahun 2018, saat Yani menjabat sebagai Kepala Kasatpol PP DKI Jakarta tahun 2018, dia dilaporkan anak buahnya dengan

Yang tidak kalah heboh adalah pada 16 Februari 2021 nama Yani sempat ramai karena ditolak menjadi Wali Kota Jakbar. Diketahui, Yani berkarir di Pemprov DKI Jakarta dari bawah. Berikut perjalanan karir Yani:

Wakil Lurah Senen 2002-2004
Lurah Gambir 2005-2007
Lurah Kampung Bali 2007-2008
Lurah Rawa Badak Utara 2009-2011
Sekcam Penjaringan 2011-2013
Wakil Camat Penjaringan 2013-2014
Camat Penjaringan 2015
Wakadis Perhubungan 2015-2016
Wakil Kepala Satpol PP 2016
Wakil Wali Kota Jakut 2016-2017
Kepala Satpol PP 2017-2019
Asisten Deputi Gubernur 2019
Wakil Wali Kota Jakbar 2020-2021
Wali Kota Jakbar 2021-sekarang