Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Nania Idol, Kembali Ke Islam Setelah 13 Tahun 

NS/RN | Senin, 23 Mei 2022 - 01:03 WIB
Nania Idol, Kembali Ke Islam Setelah 13 Tahun 
Nania Idul dan Gus Miftah.
-

RN - Nania Yusuf atau yang akrab disapa Nania Idol akhirnya kembali masuk Islam. Dia dibimbing Gus Miftah.

Perempuan 37 tahun itu akhirnya menjadi seorang mualaf setelah 13 tahun memilih untuk berpindah keyakinan sebagai umat Kristiani.

Masih berkaitan dengan kembalinya Nania menjadi muslimah, timbul pertanyaan soal tato di tangan kirinya.

BERITA TERKAIT :
Muhammadiyah In Syaa Allah Tangguh
Ucapan Insya Allah Dan Terobosan Rishi Sunak Benahi Ekonomi Inggris

Namun Nania sepertinya tak berniat menghapus tato tersebut. Ia bahkan menyebut jika tato di tangannya dianggap sebagai sebuah perjalanan.

"Sebenarnya ini (tato) salah satu cerita perjalanan hidup, hanya untuk diingat, tidak untuk diulang," kata Nania Idol, dikutip dari YouTube Official Nitnot, Minggu (22/5/2022).

"Apapun yang sudah terjadi dalam kehidupan saya, mau tato atau segala macem hanya diingat saja, tapi kalau untuk mengulang Insha Allah tidak," lanjutnya.

Sementara itu, Gus Miftah juga ikut menjawab pertanyaan seputar tato yang ada di tubuh Nania. "Mungkin gini, bagaimana dengan taubatnya orang bertato, simpel saja, dengan tidak nambah tato," kata Gus Miftah.

Pemilik nama asli Nania Kurniawati Yusuf diketahui lahir dari keluarga pemeluk Islam. Namun pada tahun 2009, Nania pun memutuskan untuk berpindah keyakinan menjadi Kristen setelah melalui pengalaman spiritual.

Kala itu Nania mengaku pindah agama setelah membaca Al Kitab milik temannya yang tertinggal. Hal itu membuat dirinya memutuskan untuk memeluk agama Kristen.

13 tahun berlalu, tanpa paksaan Nania akhirnya kembali ke agama yang telah ia anut sejak kecil. Bahkan, hal tersebut terjadi setelah sebelumnya ia pulang ke rumah di Ramadan 2022 dan berkesempatan untuk memijat sang ibunda.

"Saat itu, timbul pertanyaan di hati saya, 'Nanti, kalau mami meninggal, siapa yang memandikan dan menyalatkan jenazah beliau?'," katanya.