Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co
DKI Harus Jadi Sponsor

Asyik Bioskop Bakal Buka, GPBSI: Jakarta Harus Paling Pertama Dibuka

SN/HW | Rabu, 08 September 2021 - 18:03 WIB
 Asyik Bioskop Bakal Buka, GPBSI: Jakarta Harus Paling Pertama Dibuka
-

RN - Pengusaha bioskop pada pekan depan sudah bisa bernafas lega lantaran Pemerintah berencana mengizinkan bioskop untuk beroperasi kembali pada tanggal 14 September mendatang.

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan, sejumlah pihak yang ditugaskan pemerintah sudah melakukan survei ke berbagai bioskop di sejumlah daerah. 

"Yang ahli-ahlinya datang, ada dari Depkes itu dari pedulilindungi. Kan ada timnya itu, sudah diukur-ukur lah apa segala macam," ujar Djonny kepada wartawan, Rabu (8/9/2021).

BERITA TERKAIT :
Lingkungan Ditata Gak Kebanjiran, Warga Luar Batang: Makasih Pak Wali dan Pak Anies
Didukung Yani dan Kasatpol DKI, Satpol PP Jakbar Gelar Vaksinasi Dengan 4D

Salah satu persyaratan yang diwajibkan bagi pengunjung adalah harus sudah melakukan vaksinasi. Nantinya, kata Djonny, akan ada pemindaian QR code sebelum masuk untuk memastikannya.

"Paling penting vaksin lewat pedulilindungi itu. Padahal kan masuk mal sudah scan QR code. Nah ditambah lagi di bioskop," katanya.

Tak hanya itu, lanjut Djonny, kapasitas ruangan bioskop juga harus dibatasi maksimal 50 persen pengunjung yang boleh masuk. Penonton juga tak diperkenankan makan atau minum karena harus memakai masker.

"50 persen (kapasitas) dia kasih. Makan-makan belum boleh. Duduk diberi jarak," ungkapnya.

Meski tidak hanya bioskop di Jakarta saja yang akan mulai beroperasi, namun Djonny sangat berharap Ibu Kota menjadi kota pertama yang layanan bioskopnya boleh kembali beroperasi. Sebab, jumlah bioskop paling banyak ada di Jakarta dan sekitarnya.

"Kalau memang tanggal 14 (September) mau berjalan, terutama yang dibuka itu marketnya memadai, paling kurang 60 persen (dari total bioskop buka). Tekniknya gini, Jakarta buka, mudah-mudahan Bodetabek ikut (buka)," tuturnya.

Jika bioskop di Jakarta tidak beroperasi, maka dikhawatirkan perusahaan film tidak mau menayangkan filmnya di bioskop. Sebab, kebanyakan penonton akan datang dari Jabodetabek.

"Itu market sudah hampir 50 persen di Indonesia. Nah pemilik film baru mau masukin film ke bioskop. Dari situ baru nanti disebar ke daerah," pungkasnya.