Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Terungkap, Dugaan Pungutan Sejumlah Uang Saat Daftar ke SMKN 1 Tangsel

RN/NS | Senin, 26 Juli 2021
Terungkap, Dugaan Pungutan Sejumlah Uang Saat Daftar ke SMKN 1 Tangsel
Ilustrasi/net
-

RN - Salah seorang perwakilan pihak Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan mengaku mendapat telpon pihak Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tangerang Selatan menyoal uang masuk bagi calon siswa yang mendaftar ke sekolah tersebut.

“Nelponlah dari pihak sekolah, bagaimana bang itunya (Uang), saya belum bicara soal itu sama pak Lurah dan orang tua murid. Setelah itu kita rapatkan, akhirnya kita minta keringanan dari pihak sekolah, akhirnya diangkat 1,5 juta per siswa dan itu tidak dipatok, kalau enggak mampu silahkan, bikin surat keterangan tidak mampu beserta anak yatim piatu, kita free kita gak berpatok pada itu,” ujar pihak Kelurahan yang enggan disebutkan namanya, Senin (26/7/2021).

“Saya yang dipercaya pak lurah untuk menjembatani anak-anak lingkungan sekitar untuk sekolah di SMK 1,” lanjutnya.

BERITA TERKAIT :
Duit Palsu 22 Miliar Di Kantor Akuntan Publik Masih Dikembangkan Polisi 
Auditor BPK DKI Diduga Lakukan Intimidasi Soal Pemeriksaan Keuangan, Siapa Berani Tindak?

Dia mengungkapkan bahwa perwakilan SMKN 1 sempat datang ke Kelurahan untuk mendiskusikan persoalan penerimaan calon siswa yang berasal dari daerah kelurahan tersebut.

Mulanya Kelurahan setempat menolak untuk menjembatani antara Sekolah dengan warga. Namun sekolah tetap memaksa Kelurahan memediasi terutama terkait pembayaran uang pendaftaran tersebut.

“Pihak sekolah datang ke Kelurahan, lalu kita bicaralah tentang penerimaan siswa baru. Kita dari pihak Kelurahan sudah tidak mau sebagai menyembatani, kalau bisa pihak Kelurahan hanya memberikan rekomendasi bahwa dia warga Ciater dan tolong di terima, cuma pihak sekolah tidak mau, katanya tolong bapak atur aja, nanti kita kasih kuota (kata pihak sekolah),” katanya.

Menyikapi hal itu, kata sumber, guna memastikan warganya bisa masuk ke sekolah tersebut, Lurah setempat akhirnya bersedia menjembatani sekolah dengan warga.

Diketahui, SMKN 1 Tangsel mematok biaya daftar calon siswa sebesar Rp. 2,5 juta per orang. Namun, karena dirasa memberatkan, akhirnya terjadi negosiasi hingga nilai yang disepakati.

“Pesan pak Lurah kita apa adanya, karena kita dari awal tidak mau ada seperti ini dan ini memang yang terakhir karena kita hanya mendapat nama jeleknya aja. Pihak sekolah betul yang minta di anggaran 2,5jt, tapi untuk tahun ini akhirnya 1,5 JT per siswa ke sekolah, tapi itupun berat sama pihak sekolah, hingga sekolah minta 18jt lagi,” ungkapnya.

Dia mengaku total keseluruhan uang yang telah diserahkan ke pihak sekolah sekitar Rp. 90 juta untuk 71 siswa. “Saya ngasih ke panitia, mereka yang terima uangnya,” tegasnya.

Sementara itu, dari pihak Karang Taruna pun mengungkapkan persoalan terkait. Menurutnya, Karang Taruna setempat hanya membantu warga sekitar yang kesusahan masuk ke sekolah tersebut.

Dia memastikan tak ada orang kelurahan yang andil dalam pemungutan uang pendaftaran yang dilakukan sekolah tersebut. Bahkan, disebutkan bahwa pihak Kelurahan sangat membantu proses pendaftaran tersebut.

“Kita membantu warga sekitar tanpa pamrih, kita kasihan banyak warga yang nangis-nangis karena anaknya mau masuk sekolah. Karena saya merasakan, ketika penerimaan siswa baru, warga saya di tekan dengan angka yang fantastis," kata perwakilan Karang Taruna.

"Pihak kelurahan tidak bermain, tapi membantu meringankan untuk menekan dana yang diminta sekolah, tahun lalu sekolah minta 2,5jt, tapi tahun ini dibantu agar lebih murah, Allhamdulillah jadi diringankan beban warga saya,” lanjutnya.

Meski begitu, perasaan lega dirasakan salah seorang wali murid yang anaknya berhasil masuk dan diterima di sekolah tersebut dengan dijembatani Kelurahan dan Karang Taruna setempat.

"Yah saya banyak banyak terimakasih karena diibantu karang taruna anak saya tadinya tidak masuk jadi masuk alhamdulillah seneng pak, Awalnya sedih juga anak juga sedih alhamdulillah sudah dibantu pihak karang taruna, seneng pak sibantu dari nol gak pake uang apa apa dibantu,” tutup salah satu orang tua murid.

Mengenai berita tersebut, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah. Tanggapan dari pihak terkait akan dimuat pada berita selanjutnya.

#smkn   #uang