Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Warga Bertarung Untuk Hidup, Penipu Oksigen Marak Di Lapak Online 

NS/RN | Rabu, 21 Juli 2021 - 02:01 WIB
Warga Bertarung Untuk Hidup, Penipu Oksigen Marak Di Lapak Online 
Ilustrasi oksigen.
-

RN - Aksi para penipu memang biadab. Disaat rakyat sedang berjuang karena membutuhkan oksigen, para penipu malah beraksi. 

Para penipu itu beraksi dan jualan di online. Modusnya, penipu menawarkan oksigen di online lalu meminta transfer. 

Setelah duit ditransfer, penipu itu meminta korban mengambil di puskesmas. Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penipuan penjualan tabung oksigen melalui online. 

BERITA TERKAIT :
Dugaan Ivestasi Bodong, LQ Indonesia Lawfirm Dampingi Korban Kirim Somasi KSP SB
PGN Salurkan Oksigen 50 Tabung Untuk Rumah Sakit Di Probolinggo


“Penipuan telah dialami warga yang kemudian melakukan transfer sejumlah uang. Orang tersebut mencantumkan lokasi pengambilan di Puskesmas Sukmajaya," ujar Dadang dalam siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (20/7).

Menurut Dadang, penipuan tersebut telah memakan korban. Berdasarkan laporan dari Puskemas Sukmajaya, sudah dua orang warga yang datang untuk mengambil tabung oksigen. "Ini adalah penipuan karena Puskesmas tidak menjual tabung oksigen. Modus mereka mencantumkan kontak Puskesmas Sukmajaya," terangnya.

Ia menambahkan, kejadian ini kini telah dilaporkan kepada pihak berwajib dan pemangku wilayah setempat.

"Masyarakat  harus waspada dan berhati-hati terkait penipuan penjualan tabung oksigen," harap Dadang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperbarui data perkembangan kasus Covid-19. Berdasarkan data yang dirilis pada Senin 19 Juli 2021, terkonfirmasi positif sebanyak 1.145 kasus dan meninggal sebanyak 36 orang.

"Bertambah 1.145 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Total menjadi 76.722 kasus. Sedangkan yang meninggal cukup banyak, terjadi penambahan sebanyak 36 orang. Dengan demikian, jumlah korban meninggal menjadi  1.438 orang," kata Dadang.