Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Proses Aborsi Hanya Lima Menit 

NS/RN/NET | Sabtu, 26 September 2020 - 05:01 WIB
Proses Aborsi Hanya Lima Menit 
Rekonstruksi aborsi di klinik Jakarta Pusat.
-

RADAR NONSTOP - Aborsi ternyata tidak lama. Dari hasil rekonstruksi klinik aborsi di Jalan Percetakan Negara III, Senen, Jakarta Pusat, melakukan proses aborsi hanya dalam waktu 5 menit.

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, proses hanya lima menit. Jika ditotal ada 15 menit.

Setelah proses tindakan, para tersangka kemudian melakukan penghilangan barang bukti. Namun, klinik ini tak menggunakan bahan kimia dalam proses penghilangan barang bukti ini.

BACA JUGA :
Emak-Emak Harus Waspada, Bayi Dan Balita Juga Bisa Kena Corona
Dokter Pembunuh Ribuan Janin Susul Korbannya Ke Alam Baka

"Ini bisa dibuktikan si asisten dokter ini membuang gumpalan darah yang merupakan hasil aborsi ke dalam toilet yang ada di ruang tindakan," ujar Calvijn.

Calvijn menuturkan penyidik dibantu tim labfor telah membuka septic tank dan menemukan barang bukti berupa hasil aborsi yang dibuang tersangka.

Dalam rekonstruksi hari ini, penyidik menggelar 63 adegan. Yakni mulai proses perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga proses penghilangan barang bukti.

"Jalannya rekonstruksi ini di lima lokasi, kita pusatkan satu yaitu di rumah yang dilakukan aborsi ilegal," ucap Calvijn.

Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebelumnya membongkar klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakpus. Dalam kasus ini, polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

Beroperasi sejak tahun 2017, klinik ini telah melayani lebih dari 32 ribu pasien. Selama beroperasi, keuntungan yang diperoleh ditaksir mencapai Rp10 miliar.

Klinik aborsi ilegal ini beroperasi setiap hari, kecuali hari Minggu mulai pukul 07.00 hingga pukul 13.00 WIB. Tiap harinya, klinik aborsi ilegal itu melayani lima sampai enam pasien.