Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Warga Depok Positif Corona Bertambah, Dilarang Masuk DKI Nggak Nih?

RN/NET | Rabu, 01 April 2020 - 15:02 WIB
Warga Depok Positif Corona Bertambah, Dilarang Masuk DKI Nggak Nih?
Warga Perumahan Depok Maharaja melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri. Warga setempat berinisiatif melakukan penyemprotan disinfektan pasca seorang warga perumahan tersebut meninggal dunia diduga disebabkan terinfeksi Covid-19 -Net
-

RADAR NONSTOP - Warga Depok Jawa Barat yang positif terinfeksi virus corona terus bertambah. Namun larangan warga Depok masuk Jakarta belum jelas. Tetap boleh atau tidak?

Hingga Selasa (31/3/2020) yang terkonfirmasi positif mencapai 43 orang, ditambah lagi dengan hasil rapid test (uji cepat) massal Covid-19, ada 40 orang dinyatakan positif.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok merilis data hasil rapid test massal total sudah ada 1.443 orang yang diperiksa, sejak pertama dimulai di setiap rumah sakit pada Rabu (25/3), kemudian dilanjutkan paralel dengan tes di sebelas puskesmas.

BACA JUGA :
3.324 Anak PDP Corona, Apa Ada Jaminan Jika Sekolah Dibuka Akan Aman? 
Gegara Corona, Target Pendapatan DKI Meleset Rp40,7 Triliun

“Pelaksanaan rapid test hingga Selasa (31/3), yang sudah rapid test di rumah sakit, puskesmas, dan labkesda mencapai 1.443 orang,” ungkap Wali Kota Depok yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas PP Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris.

Pelaksanaan rapid test dengan sasaran prioritas untuk PDP, ODP, Tenaga Kesehatan, dan SPGDT.

Hal itu digunakan dengan memerhatikan ketersediaan alat, terutama Alat Pelindung Diri (APD).

Menurutnya, 40 orang yang dinyatakan positif dari rapid test hasilnya akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Swab PCR untuk diagnosa pasti adanya virus corona (Covid-19).

“Dari hasil PCR ini baru bisa dipastikan terkonfirmasi positif atau tidak,” tutur Idris.

Selain itu, soal darurat sipil Idris menegaskan belum ada arahan terkait hal itu.

Meski begitu Pemkot Depok selalu harus siap dengan sejumlah opsi tindak lanjut dari berbagai dimensi, dengan melibatkan Forkopimda serta seluruh komponen di Kota Depok.

“Mengenai ketersediaan sembako, masker dan hand sanitizer, saat ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian intensif melakukan monitoring untuk merencanakan langkah tindak lanjut,” terangnya.

Sementara masker bantuan Provinsi Jabar diusulkan melalui sistem Pikobar yang diakses langsung oleh puskesmas. Terdapat tujuh puskesmas yang sudah melaporkan menerima masker, dengan total masker 3.102 lembar masker.

Kemudian masker dari Pemkot Depok untuk puskesmas, SPGDT, 119 dan untuk layanan kesehatan primer sudah didistribusikan sebanyak 103.250 lembar.

“Kebutuhan APD, masker dan alat rapid test yang direncanakan Pemkot Depok, saat ini sebagian baru datang akan segera didistribusikan. Baik ke rumah sakit, puskesmas, dan SPGDT,” ucapnya.

Senada, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, perkembangan Covid-19 hingga Selasa (31/03) terkonfirmasi positif 43 orang, sembuh 10 orang, dan lima meninggal dunia. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 330 orang, selesai 38 orang dan Masih Dalam Pengawasan 292 orang.

“Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.232 orang, selesai 204 orang dan Masih Dalam Pemantauan 1.028 orang,” ungkapnya.

Tenaga medis melakukan pelaksanaan rapid test di Puskesmas Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, beberapa waktu lalu.

Sementara PDP yang meninggal saat ini berjumlah 17 orang, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif.

“Karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI,” tutupnya.

#Corona   #Depok   #Positif