RN - Titiek Puspa masih dalam perawatan rumah sakit. Aktris senior ini dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami pecah pembuluh darah.
Pelantun Kupu-Kupu Malam itu drop setelah merasa kelelahan saat menjalani syuting di salah satu televisi swasta. Tiba-tiba, Eyang Titiek mendadak pingsan di lokasi.
Namun pihak manager belum bisa memastikan apakah Titiek Puspa mengalami stroke ringan atau bukan. Ia menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada pihak keluarga, yang lebih mengetahui detail kondisi sang penyanyi.
BERITA TERKAIT :Saat ini, Titiek Puspa tengah menjalani pemulihan pascaoperasi dan masih berada di ruang ICU. Kondisi Eyang Titiek belum sepenuhnya sadar dan masih dalam tahap observasi oleh tim medis.
Pecah pembuluh darah adalah kondisi di mana dinding pembuluh darah mengalami robekan atau kebocoran, menyebabkan darah keluar ke jaringan di sekitarnya.
Ini bisa terjadi di berbagai bagian tubuh dan memiliki tingkat keparahan yang berbeda, tergantung pada lokasi dan ukuran pembuluh darah yang terkena.
Ada beberapa penyebab pecah pembuluh darah diantaranya, tekanan darah tinggi (hipertensi). Tekanan yang terlalu tinggi dapat melemahkan dinding pembuluh darah.
Cedera atau trauma. Benturan keras, misalnya akibat kecelakaan atau jatuh, bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah.
Penyakit pembuluh darah. Misalnya aneurisma (pelebaran abnormal pembuluh darah) yang dapat pecah sewaktu-waktu.
Gangguan pembekuan darah. Misalnya hemofilia atau efek samping obat pengencer darah.
Penuaan. Dinding pembuluh darah menjadi lebih rapuh seiring bertambahnya usia.
Pecah pembuluh darah tidak termasuk stroke ringan (TIA), tetapi bisa menyebabkan stroke hemoragik yang lebih serius. Pecah pembuluh darah, terutama di otak, dapat menyebabkan stroke hemoragik, yaitu perdarahan yang meningkatkan tekanan pada jaringan otak.
Gejalanya meliputi sakit kepala hebat, mual, muntah, dan gangguan neurologis lainnya. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Mengenali gejala pecah pembuluh darah dan segera mencari pertolongan medis dapat meningkatkan peluang pemulihan. Faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, aneurisma, dan trauma kepala perlu diwaspadai.
Dikutip dari beberapa sumber menyebutkan untuk mencegah pecahnya pembuluh darah adalah melakukan gaya hidup sehat.
Diet Sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya buah, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Kurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, trans, dan garam.
Olahraga Teratur: Lakukan aktivitas fisik secara rutin, seperti berjalan, berlari, atau berenang, minimal 150 menit per minggu.
Berhenti Merokok: Merokok adalah faktor risiko utama untuk berbagai kondisi jantung dan pembuluh darah, jadi berhenti merokok sangat penting.
Kelola Stres: Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah, jadi penting untuk mengelola stres dengan baik, misalnya melalui yoga, meditasi, atau olahraga.
Jaga Berat Badan Ideal: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Minum Cukup Air: Dehidrasi dapat menyebabkan darah mengental dan meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah.