Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Air PAM Jaya Bau dan Hitam, Hasil Kerja Sama Dengan MOYA?

RN/CR | Kamis, 06 Juni 2024
Air PAM Jaya Bau dan Hitam, Hasil Kerja Sama Dengan MOYA?
-Net
-

RN - Pasca putus kontrak dengan Palyja dan Aetra. PAM Jaya lakukan kerja sama dengan PT Moya Indonesia. Harapannya agar warga Jakarta mendapatkan pelayanan air bersih yang lebih baik.

Sayangnya, fakta di lapangan dengan harapan bagaikan bumi dengan langit. Konsumen justru memperoleh air berbau dan berwarna hitam.

Sejumlah warga Cengkareng mengungkapkan air PAM Jaya yang masuk ke rumah mereka tingkat kualitas rendah tidak layak minum. Jorok (kotor warna hitam, mirip air got, berminyak warna kuning kental, ada tanah warna hitam di dasar bak air. 

BERITA TERKAIT :
Andra Soni Cuma Buang Duit, Dinasti Atut (Airin) Masih Kuat Di Banten 
Airin Sepi Dukungan, Parpol Di Banten Mulai Anti Dinasti Ratu Atut

Begitu dituturkan Kristianna Purba, salah satu konsumen setia PAM Jaya bersama sejumlah tetangganya di Kelurahan Cengkareng Timur, Jln Puspa 2 No 17 RT 011/RW 12 tepatnya di TAMAN RPTRA PUSPA INDAH, Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Masih menurut Kristianna, warga sebenarnya sudah lama menyampaikan keluhan kepada pencatat meteran, juga ke kantor PERUMDA PAM Jaya Jakarta Barat. 

“Jawabannya ya begitu, banyak pertanyaan berbelit-belit sudah dijawab, lalu disuruh tunggu petugas PAM Jaya datang, namun tidak pernah datang. Lalu mau nunggu sampai kapan? tidak ada realisasinya omong doang (Omdo). Makanya malas konsumen melaporkan keluhan lalu membiarkan air kotor memenuhi bak airnya setiap hari. Dikuras satu kali untuk dua sampai tiga hari,” beber Kriatianna seperti dilansir MI. 

Uang Pensiun Ludes Buat Beli Air

Imbas dari buruknya air PAM Jaya yang diterima, konsumen terpaksa rogoh kocek buat beli air bersih isi ulang. Per galon Rp 9.000, lalu beli lagi air galon Aqua spesial untuk minum harga Rp 21.000 tiap galonnya. 

“Kalau dihitung kerugian tiap bulan habisnya setengah uang pensiunan habis khusus untuk air minum,” terang Kristianna Purba, pensiunan guru PNS Pemprov DKI Jakarta ini.

Kasus air jorok, bau, warna hitam, berminyak di kawasan Jln Puspa 2 No 17 RT 011/12 Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat, mirip dengan kasus air PAM Jaya di Koja, Cilincing, Jakarta Utara, yakni air kiriman PAM Jaya di Koja rasa asin, berminyak, dan bau menyengat hidung.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya mengklaim, air PAM jorok, berbau dan berminyak seperti dikeluhkan warga dikarenakan kebocoran pipa. “Karena kalau air seperti berbau dan asin khawatir ada kebocoran pipa," kata Arief seperti dilansir MI dikutip, Rabu (6/6/2024).

Selain kebocoran pipa, lanjut Arief, tidak ada penyebab lain yang bisa membuat air PAM asin, berminyak, dan berbau. 

Sebab, menurut Arief, air PAM sudah diuji secara laboratorium dan merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

#PAM   #Moya   #Air