Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Pilkada DKI Butuh Duit Sampai Rp 1 Triliun, Kang Emil Cuma Punya Harta 23,76 Miliar?

RN/NS | Senin, 25 Maret 2024
Pilkada DKI Butuh Duit Sampai Rp 1 Triliun, Kang Emil Cuma Punya Harta 23,76 Miliar?
Ridwan Kamil alias Kang Emil.
-

RN - Ridwan Kamil alias Kang Emil sepertinya ragu maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Dia lebih sreg ke Pilkada Jawa Barat.

Diketahui, Pilkada DKI Jakarta memang tidak bisa ditebak. Tingkat popularitas tinggi tidak menjadi jaminan akan menang dalam pertarungan.

Pada Pilkada 2012, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) tumbang dengan Jokowi-Ahok. Saat itu, Foke adalah incumbent dan memiliki elektabilitas 70 persen. 

BERITA TERKAIT :
Jika PDIP & PKS Koalisi Di Jakarta, Anies Dipastikan Mulus Rebut Kursi Gubernur
NasDem Buka Pintu Ke Anies, Takut Diambil PDIP Ya?

Begitu juga nasib Ahok-Djarot. Pasangan yang diusung PDIP ini tumbang dengan Anies-Sandi yang popularitasnya hanya 11 persen. 

"Nanti bulan Juni saya putuskan," kata Kang Emil usai Buka Bersama TKD Jabar di Hotel Horison, Kota Bandung, pada Sabtu (23/3).

Kang Emil mengaku hatinya lebih condong untuk melanjutkan karier politiknya di Jawa Barat. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk maju di Pilkada DKI.

"Hati tetap berat ke Jabar, tapi saya tidak menutup kemungkinan Jakarta. Keputusan akhirnya nanti di bulan Juni sesuai survei," tegasnya.

Sebelum menentukan pilihan, Kang Emil akan terlebih dahulu meningkatkan elektabilitasnya melalui survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga. Ia juga akan fokus menjalin koalisi dengan partai lain.

"Jadi sekarang sampai Juni tingkatkan elektabilitas supaya pas pdkt dengan siapapun nyambung. Nah, pas bulan Juli perjodohan, kan pencoblosan November, mulai kampanye September, pendaftaran bulan Agustus," tambah mantan Gubernur Jawa Barta ini.

Kang Emil belum dapat memastikan apakah Koalisi Indonesia Maju di Pilpres akan berlanjut ke Pilkada. Menurutnya, koalisi Pilpres sulit kembali terjalin di Pilkada.

"Koalisi di Pilpres idealnya menjadi koalisi permanen karena hubungan ketua partainya sudah sangat solid, ekosistem sudah terbangun sama Pilpres. Kalau ternyata kesempatan Pilkadanya juga ada pasangan yang kuat dan menjanjikan dalam koalisi 02, tentu itu menjadi pilihan utama," tandasnya.

Modal Besar 

Pengamat politik Adib Miftahul menilai, keraguan Kang Emil diduga persoalan logistik. Untuk sekelas DKI Jakarta, dana yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun. 

"Jakarta berat, biaya mahal. Jaminan menang gak jelas. Banyak duit belum tentu menang juga, apalagi gak punya duit," beber Adib. 

Diketahui, selama 5 tahun mempimpin Jabar, Ridwan Kamil rutin melaporkan harta kekayaannya dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan data di situs e-LHKPN KPK.

Total harta kekayaan Ridwan Kamil yang tercatat hingga 31 Desember 2022 yang dilaporkan senilai Rp23,76 miliar. Jika dirinci, Ridwan Kamil memiliki kekayaan yang bersumber dari tanah dan bangunan dengan total Rp19.444.126.000. 

Tanah dan bangunannya tersebar di Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Jakart Selatan, hingga Gianyar, Bali. Selain itu, Ridwan Kamil juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp488,7 juta. 

Kendaraannya di antaranya adalah mobil Hyundai Santafe Jeep tahun 2017, dan motor Royal Enfield Classic 500 tahun 2017.

Ada juga motor Kawasaki W175 tahun 2019, motor Honda Beat Matic 108 tahun 2018 dan Honda CBR Second tahun 2019.

Sedangkan kekayaan Ridwan Kamil yang berasal dari kas dan setara kas senilai Rp5,94 miliar. Dia juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp429 juta, surat berharga senilai Rp720 juta dan harta lainnya Rp213,29 juta. Adapun utang yang dilaporkan Ridwan Kamil sebesar Rp3,4 miliar.

Jika dibandingkan dari tahun ke tahun, nilai harta kekayaan kekayaan Ridwan Kamil pada 2022 tercatat naik Rp8,7 miliar atau 57 persen dari posisi 2018. Pada tahun tersebut (2018), Ridwan Kamil pertama menjabat sebagai gubernur Jabar melaporkan harganya senilai Rp15,05 miliar.