Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Pj Gubernur DKI Langsung Disambut Banjir, Semoga Heru Sabar Dari Aksi Bully

RN/NS | Kamis, 20 Oktober 2022 - 00:08 WIB
Pj Gubernur DKI Langsung Disambut Banjir, Semoga Heru Sabar Dari Aksi Bully
Ilustrasi banjir.
-

RN - Belum seminggu jadi Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono disambut banjir. Bakal ada 21 kawasan yang terancam tenggelam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menginformasikan kenaikan status pintu air Sunter hulu menjadi Siaga 1 atau bahaya pada Rabu (19/10/2022). Ketinggian muka air mencapai 255 cm.

Akibat kenaikan air, bakal ada 21 wilayah yang mungkin akan terdampak ancaman banjir. Wilayah yang dilalui aliran sungai tersebut yakni Bambu Apus, Cipinang Melayu, Kelapa Gading, Cilangkap, Cipinang Muara Timur, Pondok Ranggon.

BERITA TERKAIT :
Soal Sodetan Ciliwung, Kok Bisa Menteri PUPR Basuki Salah Data Dan Asal Jeplak Ya
Mandek Sejak Era Ahok, Jokowi Jamin Sodetan Ciliwung Kelar Empat Bulan 

Kemudian Duren Sawit, Kebon Bawang, Setu JatinegaraKaum, Rawa Badak, Lubang Buaya, Kayu Putih Selatan, Pondok Bambu Pulo Gadung, Rawa Badak Utara, Pondok Kelapa, Sumur Batu, Sungai Bambu, Cipinang, dan Kelapa Gading Barat.

"INFO DISASTER EARLY WARNING SYSTEM (DEWS) KEPADA WARGA BANTARAN SUNGAI, AKIBAT KENAIKAN POS PANTAU SUNTER HULU (BAHAYA/SIAGA 1) Rabu, 19 Oktober 2022, Pukul 19:00 WIB," tulis BPBD dalam akun resmi Twitter @BPBDJakarta, Rabu.

Berdasarkan keterangan tersebut, tinggi muka air Pintu Air Sunter Hulu pada pukul 17.30-18.15 WIB, masih berstatus Normal/Siaga 2. Di mana rata-rata ketinggian air mencapai 230-250 cm. Sejurus kemudian kemudian, tepatnya pukul 19.00WIB, ketinggian muka air naik menjadi 255 cm hingga saat ini.

BPBD DKI juga menginformasikan bahwa kondisi cuaca di Pintu Air Sunter Hulu saat ini dalam kondisi Mendung. Antisipasi dalam kurun waktu 4 jam ke depan air akan sampai di Pintu Air Pulo Gadung.

BPBD DKI Jakarta telah melakukan beberapa upaya, yakni penyebaran informasi melalui media sosial serta pemberitahuan peringatan kepada camat dan lurah.