Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Pakar Digital: Trending Topik Tagar Ketum HIPMI Pakai Akun Robot 

Tori | Jumat, 22 April 2022 - 13:51 WIB
Pakar Digital: Trending Topik Tagar Ketum HIPMI Pakai Akun Robot 
Pakar digital, Anthony Leong/Dok pribadi
-

RN - Sejak bergulirnya kasus suap Izin Usaha Tambang (IUP) yang menyeret nama mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanah Bumbu Raden Dwidjono, nama mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Mardani H. Maming juga ikut terseret. 

Meski berstatus sebagai saksi dalam sidang tipikor yang dijalani Raden Dwidjono, sejumlah tudingan juga diarahkan kepada Mardani. 

Terakhir tudingan ikut terlibat dalam kasus tersebut dan mangkir dari sidang dilontarkan oleh pihak Raden Dwidjono. 

BERITA TERKAIT :
Garap Dugaan Korupsi Pengadaan LNG di Pertamina, KPK Cecar Dirut dan Ahok?
Korupsi Izin Tambang, Eks Bupati Tanah Bumbu Ajukan Praperadilan

Pakar digital Anthony Leong memberi pembelaan terhadap Mardani yang saat ini menjabat ketua umum BPP HIPMI sekaligus bendahara umum PBNU. 

"Berita ini digerakkan, trending topic di media sosial juga digerakkan. Kami mengindikasikan ada pihak yang ingin menggerakkan isu ini. Bung Mardani H. Maming tentu orang yang sangat teladan dan menjadi barometer pengusaha muda di Indonesia," ujar Anthony kepada wartawan, Jumat (22/4/2022). 

Selain tudingan tersebut, ia mencatat sejumlah tagar pun digaungkan oleh beberapa akun melalui media sosial Twitter pada Senin (18/4/2022). Tagar terbaru yang muncul di Twitter terkait Mardani di antaranya #PanggilPaksaMardani. Tagar ini diduga lantaran ketidakhadiran beberapa kali dalam persidangan.

"Kami sudah melihat beberapa sentimen negatif yang sengaja di-create dari #Mardani3xMangkir #PanggilPaksaMardani dan sebagainya Trending topic yang menyudutkan Mardani H. Maming itu semua akun robot, ini mencerminkan sesuatu yang tidak sehat di dunia maya,"

Ia menegaskan, media sosial seharusnya dijadikan sebagai ajang untuk mencerahkan hal yang positif publik, bukan justru untuk menjatuhkan orang perorangan.

Anthony meminta masyarakat untuk bisa menggali informasi lebih mendalam agar tidak dipengaruhi oleh informasi yang direkayasa.

"Perlu lebih mendalam tanggapi isu, jangan sampai pemberitaan negatif yang direkayasa mengubah persepsi dan penilaian terhadap figur tersebut," terangnya. 

"Mardani orang yang baik dan sudah melakukan banyak sekali empowering untuk pengusaha muda, UMKM, startup di seluruh Indonesia," tutup mahasiswa doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) ini.