Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Kornas KKT-PTI Daenk Jamal Bersama 10 Ribu Pemuda Tani Bakal Serbu Surabaya, Ini Tujuannya

HW | Jumat, 01 Oktober 2021
Kornas KKT-PTI Daenk Jamal Bersama 10 Ribu Pemuda Tani Bakal Serbu Surabaya, Ini Tujuannya
KKT-PTI/net
-

RN - Kornas KKT-PTI Daenk Jamal bersama sepuluh ribu petani milenial akan menyerbu Surabaya. Mereka datang dari 11 Provinsi 44 Kabupaten di Indonesia. Rencana mereka akan menggemparkan Surabaya pada tanggal 8 sampai dengan 10 Oktober 2021.

Dijelaskan Daenk Jamal, ada sejumlah titik keberangkatan sekelompok pemuda Tani KKT-PTI menuju Surabaya. Baik dari darat maupun udara bagi beberapa kloter.

"Mereka ada yang naik pesawat, ada yang menggunakan kendaraan bus serta pribadi," jelasnya, Jumat(1/10/2021).

BERITA TERKAIT :
Jalan Lingkungan Dicor DJ Caleg Nasdem, Warga RT 08 Pejagalan Sumringah dan Berterimakasih
Presiden Jokowi Perintahkan PSSI Stop Liga 1!

Diungkapkan Jamal, kedatangan mereka ke Surabaya untuk mengikuti acara Workshop dan Pengukuhan 10.0000 Pemuda Tani Indonesia KKT-PTI dihadiri Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang dibagi dua yaitu melalui daring serta offline di Hotel Bumi Surabaya Jl. Jenderal Basuki No 106-128, Surabaya.

"Untuk yang 9.900 peserta akan hadir melalui zoom meeting. Sedangkan 100 peserta lagi hadir di lokasi hotel. Pak menteri juga hadir disana,"bebernya.

Dijelaskan Daenk Jamal, mereka juga sudah mempersiapkan rundown acara. Termasuk memperkenalkan alat pertanian pintar (Altarian) dan aplikasi KKT-PTI bernama AbangIjo.

"Kita membuat program terintegrasi berbasis teknologi. Sekaligus memperkenalkan alat pendukung. Yakni Altarian berfungsi sebagai alat kontrol serbaguna memakai modem internet terkonek dengan android. Serta aplikasi AbangIjo untuk memasarkan hasil pertanian dan dijual melalui e-Commerce,"jelasnya.

Jamal berharap, program pertanian terintergrasi berbasis teknologi ini dapat menjadi barormeter. Sehingga, para petani milenial ini mampu bersaing dalam memperbaiki ekonomi mereka. Serta mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.