Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Jual Hotel Rp 7,15 Triliun, Apakah Donald Trump Bangkrut? 

NS/RN/NET | Senin, 06 September 2021 - 00:09 WIB
Jual Hotel Rp 7,15 Triliun, Apakah Donald Trump Bangkrut? 
-

RN - Donald Trump dikabarkan bangkrut. Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) itu dikabarkan akan menjual hotelnya Trump International Hotel di Washington. Dari penjualan tersebut, keluarga Trump kemungkinan akan mendapat US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7,15 triliun (asumsi kurs Rp 14.300).

Dikutip dari New York Post, Minggu (5/9/2021), hotel ini bertempat di bekas Old Post Office Pavillion, sebuah bangunan yang berusia 122 tahun di dekat National Mall yang dimiliki pemerintah federal.

Trump Organization menyewanya dari General Service Administration di 2013 dan melakukan renovasi dengan nilai US$ 250 juta sebelum membukanya untuk tamu pada tahun 2016.

BERITA TERKAIT :
Floyd Mayweather Dituduh Ingin Membunuh Petinju Ini
Joe Biden-Xi Jinping Mesra,  AS Melunak Dengan China

Saat menjadi presiden, Trump menyelenggarakan lusinan kali makan malam di restoran hotel. Hal ini mendapat kritik dari pengawas etika karena mendorong pejabat untuk mengunjungi fasilitas tersebut.

Salah satu kelompok, Citizens for Responsibility and Ethics mencatat, 973 kunjungan ke hotel oleh pejabat publik selama masa jabatan Trump.

"Orang-orang keberatan kami menghasilkan begitu banyak uang di hotel, dan karena itu kami mungkin bersedia menjualnya," kata putra Eric Trump mengatakan kepada Wall Street Journal pada 2019.

Namun, Washington Post melaporkan, pendapatan menurun hingga 60% pada tahun 2020 karena dampak pandemi Corona.

Diketahui, Donald Trump yang didukung Partai Republik dikalahkan Joe Biden dari Partai Demokrat. Joe Biden mengantongi lebih dari 280 suara elektoral, melampaui 270 yang menjadi syarat melenggang ke Gedung Putih.

Presiden AS terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris dilantik pada Januari 2021.