Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co
Sudah 9.462 Orang Wafat

Jakarta Pecah Rekor Terus, Ini Kelurahan Parah Yang Warganya Banyak Meninggal

NS/RN | Selasa, 13 Juli 2021
Jakarta Pecah Rekor Terus, Ini Kelurahan Parah Yang Warganya Banyak Meninggal
TPU Rorotan, Jakarta Utara.
-

RN - Kasus positif di Jakarta pecah rekor terus. Dari 40.427 kasus baru COVID-19 di Indonesia per Senin (12/7/2021), DKI Jakarta menyumbang 14.619 kasus.

Data dari corona.jakarta.go.id hampir semua kelurahan di Jakarta warganya meninggal. Tapi yang paling parah adalah Kelurahan Kapuk 141 orang, Sunter Agung 86 orang, Palmerah 83 orang, Cengkareng Timur 82 orang, Klender 76 orang dan Pondok Bambu 74 orang.

Lalu, Sunter Jaya 74 orang, Cengkareng Barat 71 orang, Duren Sawit 70 orang, Penggilingan dan Pulo Gebang masing-masing 67 orang, Jagakarsa 66 orang, Ciracas 65 orang, Pejaten Timur 65 orang, Cipinang Muara 64 orang, Tugu Utara 63 orang, Cijantung 62 orang, Pondok Kelapa 62 orang, Kebon Jeruk 62 orang, Pademangan Barat 62 orang, Kalideres 59 orang dan Semper Barat 58 orang.

BERITA TERKAIT :
Bawaslu Kerja Sampai Subuh Tapi Gaji Minimalis, 30 Orang Meninggal 
Sikapi Kondisi Pasien Koma Usai Menjalankan Operasi, Begini Penjelasan RSUD Kota Bekasi

Sementara Cipinang 56 orang, Cempaka Putih Barat 56 orang serta Utan Kayu Selatan 56 orang. Hingga Selasa (13/7) dinihari, total yang meninggal di Jakarta yakni 9.462 orang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, kalau melihat data positif memang pecah rekok dan meningkat. Tapi perlu diketahui, hal ini disebabkan salah satunya adalah karena memang tes PCR kita tertinggi, sudah hampir 20 kali dari standar yang di tentukan oleh WHO.

Menurut Ariza, langkah tersebut adalah cara Pemprov DKI meningkatkan 3T, sekalipun memang cukup berat untuk meningkatkan kapasitas testing. 

"Bagi kami untuk terus meningkatkan berbagai fasilitas mulai rumah sakit, tempat tidur, ICU, oksigen, obat-obatan, vitamin, dan terutama tenaga kesehatan yang tidak mudah, tidak bisa disulap begitu saja, karena harus memiliki kompetensi dan persyaratan khusus melalui proses yang tidak mudah," tambahnya. 

Ariza melanjutkan, semakin banyak menemukan pasien Covid-19 di Jakarta, maka semakin cepat pihaknya melakukan treatment.

"Harapannya dengan demikian, orang bisa segera mengurangi dan memutus mata rantai penularan Covid-19. Mudah-mudahan ke depan bisa semakin menurun kasus positifnya, kasus aktifnya. Sekali lagi inilah cara kita," tutupnya.