Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Corona Naik Lagi, Warga Bodetabek Jangan Ke Jakarta Dulu Deh

RN/NS | Selasa, 08 November 2022
Corona Naik Lagi, Warga Bodetabek Jangan Ke Jakarta Dulu Deh
Ilustrasi
-

RN - Corona di Jakarta meledak lagi. Kasus positif Covid-19 masih mengalami penambahan setiap hari.

Untuk itu beberapa ahli epidemiolog menyarankan adanya pemberlakukan pembatasan lagi. Di Jakarta misalnya PPKM Level I masih efektif.

Diketahui, Jakarta padat karena banyaknya warga dari Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) yang setiap hari bekerja di ibu kota. Tragisnya banyak dari warga luar itu tidak memekai masker.

BERITA TERKAIT :
Udara Jabodetabek Gak Sehat, Jangan Kaget Kalau Banyak Yang Mandul
Jakarta Bukan Ibu Kota Dan Kini Jadi DKJ, Simbol DKI Segera Dicopot 

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengungkapkan bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 yang berlaku saat ini masih memadai.

Karena menurut Dicky, penambahan kasus Covid-19 saat ini masih dapat terkendali, di wilayah DKI Jakarta pun belum terlihat lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan.

"Saat ini sebetulnya di level 1 pun sudah cukup memadai. Tetapi yang harus ditekankan, ditingkatkan adalah implementasinya. Konsistensi dari aturan yang sudah ada," ujar Dicky dikutip dari kompas.com, Senin (7/11/2022).

Menurut Dicky, yang seharusnya diperkuat oleh pemerintah saat ini adalah penegakan aturan PPKM di masyarakat. Sebab, masih banyak pelanggaran aturan yang terjadi di level bawah.

Kondisi tersebut, lanjut Dicky, menjadi celah terjadi lonjakan kasus Covid-19 seiring dengan adanya temuan varian dan subvarian baru virus corona.

Di sisi lain, peningkatan cakupan vaksinasi booster atau dosis ketiga juga harus lebih ditingkatkan lagi dalam skala nasional. Sebab capaian vaksinasi booster yang masih rendah di Indonesia, menambah risiko terjadinya lonjakan kasus Covid-19.