Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Neta S Pane, Dari Wartawan Hingga Aktivis Yang Konsen Pembenahan Polri  

NS/RN | Kamis, 17 Juni 2021 - 00:12 WIB
Neta S Pane, Dari Wartawan Hingga Aktivis Yang Konsen Pembenahan Polri  
-

RN - Neta S Pane meninggal. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) meninggal di RS Mitra Keluarga, Bekasi Barat, pada Rabu (16/6) pukul 10.40 WIB. 

Almarhum meninggal dunia setelah positif Covid-19. Kabar meninggalnya Neta S Pane beredar di media sosial dan lewat pesan instan grup media sekitar pukul 11.46 WIB.

Neta pernah berkarier di Surat Kabar Harian (SKH) Merdeka, Harian Terbit, Koran Aksi Jakarta dan Surat Kabar Jakarta. Lalu, menjadi ketua IPW. IPW merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bersifat independen.

BERITA TERKAIT :
Corona Masih Ganas Dan Yang Meninggal Pecah Rekor, Apakah PPKM Gagal? 
Angka Kematian Corona Tinggi, Siapkan Alat Oximeter Di Rumah

Anggota lembaga ini terdiri dari para pengamat, wartawan, pakar, dan kalangan akademisi yang peduli dengan masalah kepolisian.

Berdasar informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Neta sempat jadi wartawan Surat Kabar Harian (SKH) Merdeka di Jakarta 1984. Di media yang sama, Neta juga naik jabatan menjadi Redaktur Pelaksana (Redpel) pada 1991.

Dua tahun setelahnya, yakni 1993, Neta pindah ke Harian Terbit sebagai Redpel. Lalu pada 2002-2004, Neta S Pane juga pernag menjabat sebagai Wakil Pemimpin Rekdaksi Surat Kabar Jakarta, sebelum akhirnya menjadi Ketua Presidium IPW pada 2004 hingga akhir hayatnya.

Melalui IPW, Neta S Pane yang merupakan putra pasangan Tapi Rumondang Siregar dan Endar Pane itu kerap kritis pada sejumlah kasus kepolisian. Seperti kasus rekening gendut sejumlah pejabat kepolisian, para perwira Polri yang diduga menerima suap dari Gayus Tambunan.

Selain berkarir menjadi aktivis di IPW, Neta juga produktif dalam menulis seperti buku, karya ilmah, dan sastra. Neta S Pane juga menjadi dosen tidak tetap di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Universitas Muhammadiyah, dan sejumlah kampus lainnya.

Neta Saputra Pane telah menghadap Sang Khalik pada Rabu, 16 Juni 2021, sekitar pukul 10.40 WIB di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi Barat.

Yon Moeis, salah satu kerabat Neta S Pane membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyatakan, Neta meninggal karena Covid-19. "Iya benar, beliau (almarhum Neta S Pane) dirawat di rumah sakit sejak tanggal 5 Juni 2021 karena positif Covid-19," kata Yon.

Adapun salah satu temannya yang mengucapkan belasungkawa di Facebook dengan akun bernama Tebe Adhi. 

"Innalilahi Wa Innailahi Rojiun. Mohon doanya untuk sahabat sekaligus saudara kita, H.NETA SAPUTRA PANE, yang telah menghadap Sang Khalik pada Rabu, 16 Juni 2021 sekitar pukul 10.40 WIB di RS Mitra Keluarga, Bekasi Barat," kata Tebe dalam unggahannya.

Selain kerabat dan sahabat, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Ketua Presidium IPW itu. "Turut berduka cita semoga amal ibadah diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin," kata Argo dalam pesan tertulis.

#Neta   #IPW   #Meninggal