Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Atrean BTS Meal Dibubarkan, Banyak Gerai McD Kena Sanksi, Semoga Tak Jadi Klaster Baru

NS/RN/NET | Kamis, 10 Juni 2021 - 00:09 WIB
Atrean BTS Meal Dibubarkan, Banyak Gerai McD Kena Sanksi, Semoga Tak Jadi Klaster Baru
Antrean BTS Meal di McD Jakarta.
-

RN - BTS Meal ternyata mengundang penasaran warga. Alhasil, banyak gerai McD diserbu pembeli. 

Umumnya para pembeli adalah para fans BTS yakni ARMY. Karena menimbulkan kerumunan, banyak gerai McD digeruduk Satpol PP dan polisi. BTS Meal merupakan makanan kolaborasi antara grup idola BTS dengan McDonald's resmi rilis di Indonesia pada Rabu (9/6). 

Diketahui, paket menu BTS Meal mulai dijual di seluruh gerai McD di Tanah Air, pada hari ini, Rabu (9/6) mulai pukul 11.00 WIB. BTS Meals terdiri dari sembilan potong nuget ayam, kentang goreng kemasan medium, minuman kola gelas medium, saus cajun, dan sweet chili.

BERITA TERKAIT :
Fans BTS Bakal Dibasmi, Kim Jong-Un Ancam Hukuman Mati Di Korut 
Chef Arnold Rogoh Kocek Rp3 Juta, Sang Istri Malah Beli 15 Paket BTS Meal

Di Jakarta ada sekitar 32 gerai McD kena sanksi dan denda Rp 50 juta. Rinciannya, 12 sanksi teguran tertulis, 19 gerai sanksi penutupan 1x24 jam dan 1 gerai ditutup 3x24 jam. 

Lalu, McD City Plaza (Ciplaz) Depok juga segel dan denda Rp 5-10 juta. Sementara diberbagai daerah juga dibubarkan Satgas Corona seperti Surabaya: 3 gerai, Palembang: 2 gerai, Tangsel: 2 gerai , Medan: 1 gerai, Bandung: 2 gerai, Semarang: 5 gerai dan Solo: 1 gerai.

"Kami melakukan koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19, TNI dan pemda terkait kerumunan promo BTS Meal di seluruh daerah. Nanti kita panggil," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. 

"Memang diizinkan adanya pemesanan dibawa pulang, namun perlu ditekankan adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat, termasuk menjaga jarak atau tidak berdesakan. Ayo sama-sama cegah penularan corona," ungkap Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito. 

"Ini harus dihindari agar tidak menimbulkan klaster baru. Bagi ojol akan saya ganti dengan uang pribadi masing-masing Rp 50 ribu, asal tidak ada kerumunan," tegas Gubernur Sumsel Herman Deru. 

"Karena ada kerumunan yang luar biasa, maka Satpol PP mengambil tindakan, langkah-langkah melakukan penyegelan dan TNI, Polri, satgas dan ditutup sementara 1x24 jam," ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.