Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Polisi Bakal Tangkap Admin Medsos yang Selebrasi Jakmania di Bundaran HI

DIS/RN | Selasa, 27 April 2021 - 14:50 WIB
Polisi Bakal Tangkap Admin Medsos yang Selebrasi Jakmania di Bundaran HI
-

RN – Polisi tengah mendalami sejumlah akun media sosial yang menghasul supporter Persija, Jakmania untuk merayakan selebrasi di Bundaran HI, Minggu (25/4/2021) malam. Pengelola atau admin daripada akun kini sedang dilakukan pengejaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya telah mendata beberapa akun media sosial pasca kerumunan suporter Persija di Bundaran HI.

"Ya, kami memang sedang susuri akun-akun media sosial yang diduga mengajak (suporter Persija) sehingga timbulkan kerumunan" ujar dia, Selasa (27/4/2021).

BERITA TERKAIT :
Terkait Pesta Kemenangan Di Bundaran HI, Presiden Persija Dan Ketua TheJak Dicecar Polisi 

Yusri menyebut kan, ada beberapa akun medsos yang dinilai harus bertanggungjawab atas kerumunan tersebut. Mereka diduga membuat status atau unggahan yang bernada ajakan berkumpul.

"Ya teridentifikasi ada beberapa akun yang menjadi aktor dan menyuruh mengajak mereka. Masih kita dalami," kata dia.

Yusri belum bersedia berbicara lebih gamblang perihal akun-akun tersebut. Dia khawatir admin melarikan diri. "Di medsos lah (IG dan Twitter), saya belum berani ngomong kalau mereka belum diamankan, nanti takutnya kabur," ujar dia.

Selain itu, Yusri menyampaikan pihaknya juga akan menjadwalkan pemeriksaan kepada pengurus Jakmania dan Persija guna membuat terang kasus kerumunan di Bundaran HI. "Ke depan kita juga klarifikasi penguruh Jakmania sama Persija," ujar dia.

Yusri mengimbau kepada semua pihak untuk mentaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kemudian, hindari kerumunan. Hal itu semata-mata demi menekan laju penularan Covid-19.

"Tolong jangan lagi seperti ini, ini kan mengundang kerumunan bisa melanggar prokes. Ini kan tidak boleh. Jangan sampai jadi klaster," tandas dia.