Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Arena Adu Muncang Digrebek, Penjudi Musiman Di Tasik Kocar Kacir

SN | Senin, 04 Januari 2021 - 09:17 WIB
Arena Adu Muncang Digrebek, Penjudi Musiman Di Tasik Kocar Kacir
Ilustrasi (Foto: Net)
-

RADAR NONSTOP - Kepolisian Sektor (Polsek) Indihiang Kota Tasikmalaya menggerebek lokasi perjudian adu muncang (kemiri) di wilayah Bungursari, Kota Tasik. Penggerebeken tersebut diwarnai aksi kejar-kejaran aparat dan para penjudi musiman itu.

Kapolsek Indihiang, Didik Rohim Hadi mengatakan penggerebekan berawal dari adanya laporan masyarakat mengenai aktifitas perjudian dimalam hari yang membuat resah warga. Ia lantas menindak lanjuti laporan itu serta langsung menerjunkan anggota ke lokasi perjudian.

"Ini berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya perjudian jenis adu kemiri melibatkan orang banyak yang meresahkan masyarakat. Kemudian pada saat kita melakukan pengecekan ke TKP ternyata betul ada, namun beberapa orang bekerumun itu kabur melarikan diri,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (3/1/2021) dini hari.

BERITA TERKAIT :
Anggota DPRD DKI: Judi Sampai Kapan pun Emak-emak se-Indonesia Tak Dukung
Bikin Rusak Rumah Tangga dan Masa Depan Anak, Judi Online Berbasis Website Mulai Dikeluhkan

Ketika tiba dilokasi perjudian, polisi langsung  memberikan tembakan peringatan ke udara sehingga membuat para penjudi kocar-kacir menghindar tangkapan petugas. Namun, polisi berhasil mengamankan sejumlah orang yang sedang menonton serta alat judi dan beberapa kendaraan milik penjudi.

“Barang bukti yang kita amankan alat untuk melakukan kegiatan adu muncang tersebut kemudian ada beberapa kendaran yang berhasil kita amankan,” terangnya.

Didik menambahkan, saat ini pelaku tengah dalam pengejaran pihak kepolisian. Namun demikian, Didik mengaku pihaknya sudah mengantongi identitas para pelaku adu muncang tersebut.

“Ada sekitar tiga orang yang kita amankan namum setelah kita lakukan pemeriksaan mereka setatusnya sebagai penonton kemudian kita beri pembianan dan di data orangnya,” pungkasnya.