Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Ditengah Hujatan Soal PPDB, Pengamat Ini Muncul Bela Anies

BCR/NS | Selasa, 30 Juni 2020 - 11:41 WIB
Ditengah Hujatan Soal PPDB, Pengamat Ini Muncul Bela Anies
foto : Youtube @KangTamil
-

RADAR NONSTOP- Polemik terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi DKI Jakarta kian berlanjut, berbagai tokoh politik dan ormas menyudutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantaran dianggap gagal paham mengeksekusi Permendikbud tersebut.

Muncul ditengah banyaknya pihak yang menyudutkan Anies, pengamat sosial politik nasional Tamil Selvan justru meminta agar para tokoh yang mengkritisi Anies dapat membaca dengan seksama bunyi permendikbud nomor 44 tahun 2019 tersebut.

"Banyak pihak yang hanya fokus pada pasal 4-7, dan kemudian ikut-ikutan memojokkan Anies tanpa memahami isi peraturan tersebut secara full. Saya hanya ingatkan pada para tokoh tersebut, jangan sampai kritis ditempat yang salah, nanti malah jadi malu sendiri." Ungkap pengamat yang akrab disapa Kang Tamil ini kepada awak media (29/6/2020).

BACA JUGA :
Soal PPDB Online di Kota Bekasi, DPRD: Bongkar Kasus itu dan Penjarakan Pelakunya!!
DPRD Kota Bekasi Pertanyakan Sistem Jalur Zonasi SMPN dan SMAN/SMKN

Kang Tamil mengatakan bahwa poin tentang PPDB dengan dasar usia lebih tua telah diatur dalam pasal 25 ayat 2, yang berbunyi ; Jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sama maka seleksi untuk pemenuhan kuota/ daya tampung terakhir menggunakan usia peserta didik yang lebih tua berdasarkan surat keterangan lahir atau akta kelahiran.

"Dalam pasal 25 jelas dikatakan bahwa seleksi mengunakan usia yang lebih tua merupakan instrumen dalam jalur zonasi. Dan saya pikir Pemda DKI melalui Dinas Pendidikan sudah melaksanakan juklak dan juknis sesuai permendikbud tersebut. Jikapun mungkin ada praktik permainan uang maupun kecurangan lainnya, itu adalah oknum yang mencari keuntungan pribadi." Jelas Kang Tamil.

Dikatakan muncul sebagai pembela Anies, Kang Tamil mengatakan bahwa dirinya tidak pernah membela siapapun. Namun sebagai pengamat, dirinya mengaku mempunyai kewajiban untuk memberikan pandangan yang netral agar masyarakat dapat menilai dengan objektif.

"Saya kalau kritisi kebijakan Pak Anies cukup tajam lho. Saya ngak pernah membela siapapun, namun jika pandangan saya dianggap (membela), itu diluar kuasa saya. Dalam hal PPDB ini saya lihat banyak sekali oknum yang bermain isu untuk popularitas politik, sehingga rakyat jadi binggung. Maka saya merasa wajib memberi pandangan dari sudut yang berbeda." Kata pemilik akun youtube @Kang Tamil ini.

Kang Tamil menyatakan jikapun Pemda DKI melalui Dinas Pendidikannya melakukan kesalahan prosedural terkait PPDB, tentu ini sudah menjadi temuan satgas zonasi pendidikan bentukan Mendikbud.

"Saat ini jika ada yang jatuh tersandung batu, juga yang disalahkan Anies. Begitulah pola-pola pengiringan opini yang dimainkan. saya yakin mekanisme penerimaan umum, zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi sudah memenuhi kriteria. Jika ada temuan pasti satgas sudah bertindak." Lanjutnya.

Lebih lanjut Kang Tamil mengatakan bahwa masalah PPDB selalu menjadi konflik setiap tahun, hal ini disebabkan karena besarnya kesenjangan mutu pendidikan antar sekolah negeri.

"Masalahnya ada sekolah yang favorit dan tidak, ini dinilai dari segi kualitas. Kedepan memang PR kita untuk menyamaratakan kualitas sekolah negeri di Indonesia, sehingga tidak adalagi penumpukan pendaftar di satu sekolah, dan ini PR Menteri Pendidikan." Tutup Kang Tamil

#PPDB   #DKI   #Anies