Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Maju Pilkada Medan, Pengamat Sebut Bobby Jangan Dompleng Nama Besar Jokowi

NS/RN | Minggu, 15 Maret 2020 - 00:07 WIB
Maju Pilkada Medan, Pengamat Sebut Bobby Jangan Dompleng Nama Besar Jokowi
-

RADAR NONSTOP- Suhu perpolitikan tanah air mulai ramai menjelang pilkada serentak tahun 2020. Dari 270 daerah yang akan mengadakan pilkada dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota, Kota Medan mendapatkan perhatian khusus dari pengamat politik nasional.

Pasalnya 3 Walikota Medan secara berturut-turut menjadi tahanan KPK saat menjabat. Mulai dari Abdillah, Rahudman Harahap, dan kini Dzulmi Eldin. 

Perhatian ini makin menjurus ketika menantu Jokowi Bobby Nasution dikabarkan akan mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Medan.

BERITA TERKAIT :
Didapuk Jadi Orator Demo Protes Heru, Muhidin Akan Komunikasika Kebijakan Pj yang Menyakiti Betawi
Jokowi Terima Penghargaan Tertinggi dari IWUF

Melihat hal ini, Pengamat Politik Nasional Tamil Selvan yang akrab disapa Kang Tamil mengatakan bahwa ini adalah bentuk politik dinasti Jokowi, dan ini merupakan citra buruk bagi demokrasi Indonesia.

"Sejak reformasi, belum pernah ada anak atau menantu presiden maupun wakil presiden yang maju pilkada ketika orang tuanya masih menjabat resmi (sebagai presiden/wakil presiden)," terang  Tamil Selvan.

Tamil yang juga diketahui sebagai Direktur Eksekutif TSJ Circle, itu menyebut meski walaupun Jokowi menepis kabar itu, tapi ini menurut Tamil, pure bentuk politik dinasti.

Sebab, kata dia, predikat Jokowi sebagai presiden melekat pada Bobby dan pihaknya mengira Bobby hanya mengandalkan nama besar Jokowi sebagai mertuanya. Kompetisi seperti ini tentunya menjadi tidak sehat.

"Predikat itu tidak bisa dipisahkan antara Jokowi secara pribadi dan Jokowi sebagai Presiden," jelas Tamil Selvan.

Dengan begitu, Tamil menyebut Walikota sebenarnya di Medan adalah golput. Sebab angka golput Kota Medan pada pilkada 2015, tertinggi yaitu 74%. 

Hal ini membuktikan bahwa masyarakat tidak memiliki kepercayaan kepada para penyelenggara pemerintahan di Kota Medan. Sama halnya, ini dinilai cukup berat bagi Bobby yang baru berusia 20-an.

"3 Walikota secara berturut-turut ditangkap KPK, ditambah tingginya angka golput di Kota Medan. Bagi saya Walikota Medan adalah golput. Jadi dengan kondisi seperti ini, saya kira Kota Medan ini cukup berat bagi Bobby dengan usianya yang baru 28 tahun, dan belum memiliki pengalaman apapun," jelasnya.

Tamil menambahkan, sebagai seorang walikota yang menjadi eksekutor dari tepatnya sasaran-sasaran anggaran yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat, pihaknya menilai bahwa Kota Medan bukan tempat untuk ajang coba-coba bagi Bobby yang hanya mengandalkan nama besar Jokowi.

#Jokowi   #Pilkada   #Medan