Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Beras Mahal Dan Kerjaan Susah, Driver: Tarif Ojol Harus Naik Woi 

NS/RN | Sabtu, 08 Februari 2020 - 00:01 WIB
Beras Mahal Dan Kerjaan Susah, Driver: Tarif Ojol Harus Naik Woi 
Ojol saat demo minta tarif naik.
-

RADAR NONSTOP - Bagi Supri hanya ojek online (ojol) yang saat ini menjadi tumpuhan hidupnya. Sudah 8 bulan ini, bapak dua anak itu terpaksa jadi driver ojol pasca kena PHK. 

"Kerjaan susah, beras mahal dan untuk nyambung hidup yang cepat ya jadi driver ojol," terang Supri yang ditemukan di kawasan Kembangan Utara, Jakbar, Jumat (7/2). 

Dia berharap tarif ojol bisa naik. "Semoga bisa naik. Bisa kacau ini, masa kita narik sudah gempor dari pagi sampai malam hanya dapat 150 ribu, belum bensin dan makan," keluhnya. 

BACA JUGA :
Aturan Sepeda, Kemenhub Seperti Buang Badan Soal Sanksi 
Sepeda Yang Dinaiki Gowes Mania Di Jakarta Tak Aman

Kementerian Perhubungan mengaku saat ini pembahasan kenaikan tarif ojek online di Jabodetabek sedang dikaji. Menurut Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi tarif ojol di daerah lain masih layak dan belum perlu dinaikkan.

"Nampaknya yang butuh kenaikan hanya Jabodetabek. Untuk daerah nampaknya nggak naik, tarif mereka nampaknya masih feasible," ungkap Budi Setiyadi, di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2020).

Sementara itu soal wacana memberikan kewenangan tarif diatur gubernur, Budi memastikan Kemenhub akan mengakomodir hal tersebut. Hanya saja memang butuh waktu karena akan mengubah Peraturan Menteri.

"Untuk permintaan kewenangan gubernur, akan diakomodir di PM 12 tapi perlu waktu karena kan hubungannya dengan PM, bisa jadi di dalam PM 12 ditambahkan satu norma gubernur melakukan penghitungan," ungkap Budi.