Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Ribuan Truk Bakal Mogok Massal, Semoga Pelabuhan Tanjung Priok Gak Lumpuh

RN/NS | Kamis, 20 Maret 2025
Ribuan Truk Bakal Mogok Massal, Semoga Pelabuhan Tanjung Priok Gak Lumpuh
Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
-

RN - Ribuan truk bakal mogok massal hari ini (Kamis 20/3). Ada sekitar 40 ribu truk akan setop beroperasi. 

Mogok ini sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah melarang truk melintas di tol selama mudik Lebaran. "Kalau truk mogok ya, pelabuhan bisa stag atau lumpuh," tegas salah satu pegawai di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan aksi akan diikuti semua anggota Aptrindo. Rencananya, aksi digelar selama dua hari.

BERITA TERKAIT :
Libur Lebaran Tetap Kerja, Pengusaha Yang Pelit Kasih Duit Lembur Bisa Dibui 
Gak Mudik, Warga Jabodetabek Buang Duit Ke Anyer Banten & Puncak 

"Jadi, semua anggota, 40 ribu (armada truk) seluruh Indonesia," kata Gemilang kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/3).

Para pengusaha merasa larangan truk melintas di tol diterapkan terlalu lama. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerapkan larangan melintas mulai 24 Maret hingga 8 April.

Aptrindo sebenarnya akan menerima pembatasan itu bila dilakukan dalam waktu yang singkat. Mereka mengusulkan penerapan dilakukan tanggal 27 Maret sampai 3 April.

"Itu menurut kami yang wajar. Kenapa? Kami juga mempertimbangkan para pekerja, pengemudi, buruh bongkar muat, di mana mereka sangat bergantung kepada pendapatan harian," kata Wakil Ketua Bidang Angkutan Distribusi dan Logistik Aptrindo DPD Jateng dan DIY Agus Pratiknyo beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan tetap membatasi truk untuk melintas di tol selama mudik Lebaran. Dia memastikan aturan tetap dijalankan meskipun ada rencana aksi mogok dari Aptrindo.

Dudy mengatakan kebijakan ini dilakukan demi mengurangi kemacetan. Dia berkata tak mungkin membiarkan truk-truk tetap lewat saat kepadatan di tol memuncak.

"Kebayang enggak kalau truk-truk ada di jalan? Pada saat normal saja Jakarta-Merak seperti apa? Jakarta-Cikampek seperti apa? Kalau masyarakat sudah mulai pulang dari tanggal 24, ada truk di jalan, kira-kira apa yang akan terjadi?" Kata Dudy di Kemenhub, Jumat (14/3).

"Kalau kita revisi lagi mau jadi apa nanti jalannya? Jadi kita belum lihat perlu dilakukannya revisi," imbuhnya.