Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Pendatang Baru Ke Jakarta, Pram-Rano Slow, Disdukcapil Kenapa Ribet Banget 

RN/NS | Minggu, 06 April 2025
Pendatang Baru Ke Jakarta, Pram-Rano Slow, Disdukcapil Kenapa Ribet Banget 
Ilustrasi
-

RN - Jakarta masih menjadi primadona orang daerah. Diperkirakan ada puluhan ribu orang usai masa Lebaran 2025 yang datang ke Jakarta. 

Pramono Anung dan Rano Karno mengaku kalau Jakarta terbuka dan tidak ada persoalan soal pendatang baru. Asalkan, pendatang punya skil dan kemampuan untuk mencari pekerjaan di Jakarta.

Sementara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta sepertinya ribet dan kusut. Disdukcapil meminta kepada pendatang untuk melapor.

BERITA TERKAIT :
1,1 Juta Pemudik Belum Balik Ke Jabodetabek, Warga: Duit Belum Habis Mas 
Libur Lebaran, Transaksi Keuangan di Ragunan Berjalan Lancar

"Kepada para pendatang, diimbau melapor kepada dukcapil dan sudah memiliki kepastian tempat bekerja atau setidaknya memiliki keterampilan serta jaminan tempat tinggal, agar dapat berkontribusi bersama-sama membangun kota Jakarta menuju Global City," kata Kepala Dukcakpil DKI Jakarta, Budi Awaludin, saat dikonfirmasi, Sabtu (5/4/2025).

Terkait hal itu, Budi membagi dua kategori pendatang. Pertama, pendatang yang membawa Surat Keterangan Pindah (SKP) dari daerah asalnya untuk menetap di DKI Jakarta. Kedua, pendatang yang tidak berniat pindah (akan menjadi penduduk nonpermanen di DKI Jakarta).

Ia menjelaskan, pendatang yang membawa Surat Keterangan Pindah (SKP) dari daerah asal dapat melapor ke kelurahan dengan membawa persyaratan yaitu: Surat Keterangan Pindah, Surat Penjamin, KTP, KIA asli, dan KK daerah asal.

"Setelah perpindahan divalidasi oleh petugas dukcapil kelurahan dan terbit KK serta KTP, KIA di DKI, agar melapor ke RT terkait kedatangannya dan dokumen lama diserahkan dan ditarik di dukcapil tujuan," jelasnya.

Budi mengatakan dalam proses validasi petugas akan memastikan tentang kebenaran surat penjamin dari Pemilik Rumah/Rumah Milik Sendiri.

Sedangkan untuk pendatang yang tidak membawa surat pidah atau penduduk non-permanen, mereka wajib melapor secara mandiri pada link yang disediakan Ditjen Dukcapil Kemendagri dan berlaku nasional yaitu melalui tautan https://penduduknonpermanen.kemendagri.go.id.

TV Radar Nonstop: PPSU Kini Bisa Bernafas Lega Karena Hanya Lulusan SD

"Dari proses pendaftaran mandiri ini, penduduk akan mendapatkan notifikasi/pemberitahuan dari link tersebut bahwa 'telah terdaftar sebagai penduduk nonpermanen'," ungkapnya.

Lalu mereka juga wajib melapor ke petugas kelurahan untuk didaftarkan di Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sebagai penduduk non-permanen. Kemudian, penduduk non-permanan itu diimbau melaporkan kedatangannya ke RT setempat dalam rangka menjaga ketenteraman dan ketertiban, agar RT bisa menginput di Aplikasi Data Warga.

"Batas waktu menetap bagi penduduk non-permanen adalah kurang dari 1 (satu) tahun," ucapnya.

Setelah syarat tersebut dipenuhi, Budi mengatakan petugas Dukcapil di kelurahan akan memproses permohonan pindah tersebut.

"Dengan syarat membawa surat keterangan pindah, KTP & KIA lama, KK lama, serta membawa surat penjamin bila pindahnya bukan ke rumah sendiri," kata Budi.

Sementara untuk pendatang yang tidak berencana menetap di Jakarta atau penduduk non-permanen, petugas di kelurahan akan berkoordinasi melalui lurah ke RT-RT untuk mendata pendatang dan menginput melalui aplikasi Data Warga.

Data Ngaco 

Sebelumnya Wagub DKI Jakarta Rano Karno tidak percaya dengan prediksi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta.

Disdukcapil awalnya memprediksi ada 10 ribu hingga 15 ribu pendatang yang masuk usai momen Lebaran 2025/1446 H. Prediksi itu lebih sedikit dibandingkan pendatang yang masuk ke Jakarta pada momen lebaran tahun lalu. 

Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno menilai angka yang keluar dalam prediksi itu masih relatif kecil. Namun, ia meyakini masyarakat yang berdatangan ke Jakarta usai lebaran kali ini bisa lebih besar dibandingkan prediksi Disdukcapil. 

"Kalau 15 ribu itu kecil sekali, sangat kecil. Mungkin bisa di atas, prediksi kami di atas 50-an ribu," kata dia, Jumat (4/4/2025).

Meski demikian, ia menilai para pendatang itu disebut tidak akan seluruhnya akan tinggal di Jakarta. Menurut dia, mereka akan lebih banyak yang tinggal di daerah sekitar Jakarta, seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang. 

Rano mengatakan, para pendatang akan memilih tempat tinggal yang harga sewanya lebih murah. Karena itu, mereka akan tinggal di wilayah penyangga Jakarta. Namun, mereka tetap akan mencari pekerjaan di Jakarta. 

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta juga tidak akan melarang setiap warga yang ingin mencari pekerjaan di Jakarta. Pasalnya, semua orang memiliki hak yang sama untuk mencari pekerjaan. 

"Sebetulnya Pak Gub (Gubernur Jakarta Pramono Anung) sudah bicara, kepada masyarakat yang mau datang ke Jakarta, silakan. Kami tidak akan ada operasi justisia, karena Jakarta ini milik bersama," kata dia.

Meski demikian, ia mengingatkan, warga yang hendak ke Jakarta harus memiliki keterampilan. Pasalnya, mereka akan bersaing dengan banyak orang untuk mendapatkan pekerjaan di Jakarta. 

"Memang saran kami, harus punya ketampilan. Karena kalau kosong-kosong saja, nanti akan bersaing dengan masyarakat Jakarta," kata Rano.