Berita Indonesia terkini politik, ekonomi, megapolitan , Politik, senayan, nasional balaikota, olahraga, lifestyle dan hiburan ditulis lengkap dan mendalam - Radarnonstop.co

Sering Kasih Motivasi Soal Pengasuhan Anak, Influencer Parenting Malah Aniaya Anak 

RN/NS | Kamis, 28 Desember 2023
Sering Kasih Motivasi Soal Pengasuhan Anak, Influencer Parenting Malah Aniaya Anak 
Ruby Franke
-

RN - Ruby Franke ditahan pihak kepolisian. Influencer parenting ini viral karena dugaan kekerasan terhadap anak. 

Padahal Ruby Franke dikenal sebagai motivator cara pengasuhan anak yang baik. Dia aktif di media sosial dengan membagikan tips soal pengasuhan anak.

Diberitakan BBC, Ruby Franke diamankan polisi. Dia ditangkap setelah anaknya yang berusia 12 tahun mengetuk pintu rumah tetangganya meminta makanan dan air. 

BERITA TERKAIT :
Influencer Produk Kecantikan Ancam Kriminalisasi Media, Dewan Pers: Media Tidak Bisa Dipidana
StreetNature Outdoor Bandung, Kenalkan Brand Dengan Tiga Gerakan

Dia rupanya melarikan diri dari rumahnya dengan memanjat keluar jendela dengan lakban masih menempel di kakinya.

Setelah ditelusuri, ibu enam anak di Utah, Amerika Serikat ini dinyatakan bersalah atas kasus kekerasan terhadap anak. Dia ditangkap setelah tetangganya menelpon polisi dan menemukan putri mereka yang berusia 10 tahun dalam kondisi yang mengenaskan dan kurang gizi.

Anak-anaknya tampaknya kurus dan kekurangan gizi, dengan luka terbuka dan lakban, mereka dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan.

Sebagai influencer parenting, Ruby Frank memiliki 2,5 juta pengikut di Youtube di saluran 8Passengers miliknya, yang ia dan suaminya Kevin Franke gunakan untuk mendokumentasikan kehidupan sehari-hari mereka sebagai orang tua dari enam anak.

Setelah Franke mulai menerima kritik dari pengikutnya tentang pola asuhnya yang ketat, yang menurut beberapa komentator bersifat kasar, dia berhenti mengupload video di saluran tersebut dan memulai podcast saran pengasuhan anak Connexions dengan Hildebrandt.

YouTube telah menghapus dua saluran Franke dan telah dilarang secara permanen dari platform tersebut.

Rencananya Ruby akan dijatuhi hukuman pada 20 Februari 2024 oleh Kejaksaan Washington, Amerika Serikat. Dia mengaku bersalah atas tuduhan kekerasan pada anak, mengatakan menyesal atas kejadian tersebut.

"Dengan penyesalan dan kesedihan terdalam bagi keluarga dan anak-anak saya," katanya dengan mengenakan pakaian penjara bergaris putih dan abu-abu saat mengajukan pengakuan.

Saat ini keenam anaknya dirawat oleh keluarga yang lain. Saudara Ruby mengatakan anak-anaknya aman, mereka yang sempat dirawat di rumah sakit telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan.